Cendekiawan: Sengketa Dagang Berdampak Terbatas terhadap Tiongkok

2019-05-21 16:23:12

Baru-baru ini AS menerapkan tarif tambahan putaran baru terhadap produk impor asal Tiongkok, dengan tujuan memaksa Tiongkok menerima tuntutan irasional dalam negosiasi ekonomi dan perdagangan. Akan tetapi, menurut para cendekiawan Tiongkok, meningkatnya tensi perdagangan Tiongkok-AS hanya tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Tiongkok.

Sejak tahun lalu, AS menerapkan tarif tambahan terhadap barang-barang impor asal Tiongkok, yang sempat menimbulkan dampak negatif terhadap sejumlah perusahaan Tiongkok. Salah satunya adalah sebuah perusahaan Provinsi Hubei yang memproduksi baterai Lithium. Wakil Manajer Umum perusahaan tersebut, Liu Qi mengungkap bahwa AS adalah salah satu pasar terpenting bagi perusahaannya di luar negeri. Hampir 60 persen produknya diekspor ke AS. Gara-gara penambahan tarif yang diterapkan pemerintah AS sejak tahun lalu, perusahaannya kehilangan banyak pangsanya di pasar AS. Walaupun mengalami kesulitan berbisnis di AS, perusahaan tersebut kini sudah menemukan solusi yang baru untuk keluar dari kesulitannya.

“Langkah pertama yang kami terapkan adalah meningkatkan daya saing kami melalui peningkatan kekuatan diri sendiri, yakni mengalokasi dana dalam jumlah besar ke penelitian dan pengembangan teknologi, dengan harapan akan dihasilkan sejumlah produk baru untuk dipasarkan ke luar negeri. Kami penuh keyakinan untuk menghadapi dampak negatif dari penerapan tarif tambahan oleh AS”

Tiongkok memiliki kelompok masyarakat yang berpenghasilan menengah terbesar di dunia serta pasar domestik dengan populasi 1,4 miliar jiwa. Apa lagi Tiongkok memiliki sistem industri yang paling lengkap dan kemampuan inovasi yang terus meningkat. Tahun lalu, tingkat konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok sudah menembus 70 persen, berarti sudah menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Rektor Eksekutif Balai Riset Moneter Chongyang di bawah naungan Universitas Rakyat Tiongkok, Wang Wen mengatakan: “Pasar dengan populasi 1,4 miliar jiwa yang dimiliki Tiongkok merupakan pasar yang diminati seluruh dunia. Yang lebih penting ialah, menurut data tahun lalu, agregat konsumsi Tiongkok sudah menggeser AS untuk menempati urutan pertama di dunia. Dalam keadaan demikian, Tiongkok sama sekali mampu menghadapi terpaan penerapan tarif tambahan AS.”

Mengenai pemberian tekanan yang terus meningkat dari AS, Wakil Direktur Departemen Prediksi Ekonomi di bawah Pusat Informasi Nasional Tiongkok, Wang Yuanhong berpendapat, tindakan AS tersebut akan menimbulkan terpaan tertentu terhadap perkembangan ekonomi Tiongkok dalam jangka pendek, namun jika dilihat dari sudut jangka panjang, maka tekanan eksternal itu malah akan mendongkrak proses reformasi dan keterbukaan Tiongkok.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok