Tiongkok Sudah Siap

2019-05-13 10:29:49

Amerika Serikat belum lama lalu mengenakan tarif impor tambahan terhadap barang-barang asal Tiongkok senilai 200 miliar dolar AS dengan kenaikan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen. Ancaman dari AS masih terus meningkat. Diberitakan AS akan memulai prosedur penerapan tarif impor sebesar 25 persen atas barang-barang asal Tiongkok senilai 325 miliar dolar AS. Sementara itu, negosiasi ekonomi dan perdagangan putaran ke-11 kedua negara sudah berakhir di Washington, AS pekan lalu. Kedua pihak setuju akan melanjutkan perundingan pada masa depan.

Dengan penerapan tarif tambahan sebesar 25 persen tersebut, AS ternyata ingin melakukan tawar menawar dalam perundingan dengan Tiongkok. Akan tetapi, dilihat dari pernyataan Liu He selaku kepala tim negosiator Tiongkok untuk dialog ekonomi Tiongkok-AS, AS seharusnya memahami tiga keprihatinan utama Tiongkok, yakni menghapuskan semua tarif tambahan, menetapkan volume pembelian perdagangan yang sesuai dengan keadaan riil, serta memperbaiki keseimbangan naskah perjanjian yang diperundingkan. Dalam masalah-masalah tersebut, Tiongkok mutlak tidak akan mundur atau memberikan konsesi. Oleh karena itu, tak peduli betapa besarnya tekanan dari AS, Tiongkok mutlak tidak akan tunduk, baik dulu, sekarang maupun di masa mendatang.

Meninjau kembali proses negosiasi Tiongkok-AS selama satu tahun yang lalu, kedua pihak telah mencapai sejumlah kemajuan, tapi juga mengalami jalan yang berliku-liku, namun Tiongkok selalu memandang kesulitan yang terjadi dalam perundingan sebagai fenomena yang normal, dan terus dengan tulus maksimal mendorong maju negosiasi, sebab Tiongkok tahu benar bahwa dalam perang dagang tiada pihak yang menang, pengenaan tarif tambahan tidak menguntungkan bagi Tiongkok maupun AS, juga tidak menguntungkan bagi dunia. Hanya kerja sama yang menjadi satu-satunya pilihan tepat bagi Tiongkok dan AS. Akan tetapi, kerja sama itu harus dilandasi prinsipnya. Tiga perhatian atau keprihatinan utama Tiongkok merupakan “garis merah” atau “bottom line” Tiongkok dalam perundingan, yang sekali-kali tidak boleh ditantangi atau dilanggar oleh AS.

Menghadapi perang dagang, Tiongkok jauh sebelumnya sudah menyatakan sikapnya, yakni Tiongkok tidak mau dilibatkan perang dagang, tapi juga tidak takut apabila tidak ada pilihan lainnya. Atas tindakan AS tersebut, Tiongkok sudah memberikan jawabannya, yaitu bagi perundingan, pintunya selalu terbuka; jika AS ingin melancarkan perang dagang, Tiongkok mutlak tidak akan mundur. Tiongkok pasti akan berhasil mengatasi krisis dan menjadikannya sebagai peluang perkembangan, sehingga Tiongkok akan menjadi lebih kuat.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok