Xi Jinping Hadiri Upacara Pembukaan Ekspo Hortikultura Beijing 2019

2019-04-29 11:22:07

Presiden Tiongkok Xi Jinping hari Minggu kemarin (28/4) menghadiri upacara pembukaan Ekspo Hortikultura Internasional Beijing Tahun 2019 di Yanqing, Beijing. Dalam pidatonya yang berjudul Menempuh Kehidupan Hijau dan Membangun Kampung Yang Indah, Xi Jinping meminta seluruh masyarakat agar mengusahakan perkembangan hijau yang ramah lingkungan karena Bumi adalah satu-satunya kampung bagi seluruh manusia. Tiongkok akan berupaya bersama semua negara lainnya untuk bersama-sama membangun kampung halaman yang indah dan membentuk komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.

Pada pukul 20:00 waktu setempat, Presiden Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan beserta para pemimpin asing dan pasangannya tampak hadir di upacara pembukaan.

Xi Jinping dalam pidatonya mengucapkan selamat datang kepada para tamu agung atas nama pemerintah dan rakyat Tiongkok. Xi Jinping dalam pidatonya meminta seluruh masyarakat agar beraksi menjaga pelestarian lingkungan dengan sikap memperlakukan mata dan jiwa diri sendiri.

Xi Jinping mengatakan, pertama, kita harus mengusahakan keharmonisan antara manusia dengan alam raya. Jika eksplorasi secara tidak teratur dan bersifat penjarahan massal terhadap sumber daya alam dibiarkan, maka umat manusia pasti akan dihukum alam tanpa belas kasihan; jika sumber daya alam dimanfaatkan secara rasional dan dilestarikan dengan sebaik-baiknya, maka manusia pasti akan memperoleh imbalan setimpal dari alam.

Kedua, kita harus mengusahakan perkembangan dan kemakmuran hijau berkelanjutan. Sungai bersih dan gunung hijau memang ibarat gunung emas, memperbaiki ekosistem identik dengan mengembangkan tenaga produktif. Ekosistem yang kondusif dengan sendirinya bisa menciptakan hasil guna terpadu yang menguntungkan bagi perkembangan berkelanjutan ekonomi dan sosial.

Ketiga, kita harus mengemban misi dan obsesi mencintai alam. Pola kehidupan yang hemat dan sederhana serta rendah karbon seharusnya dimasyarakatkan agar terbentuk gaya hidup yang kultural dan sehat.

Keempat, kita harus mengejar semangat pembenahan ekosistem secara ilmiah. Pembenahan ekosistem harus sejalan dengan hukum obyektif, ditata secara ilmiah dan rasional sesuai dengan kondisi masing-masing daerah dan diatur secara teratur dan koordinatif, agar terbentuklah ekosistem yang majemuk dan variatif.

Kelima, mari kita bergandengan tangan menghadapi tantangan bersama. Di hadapan tantangan ekosistem, manusia adalah satu komunitas senasib sepenanggungan. Hanya dengan kerja sama, kita baru akan dapat secara efektif menangani perubahan iklim, polusi maritim dan proteksi biologi, sehingga bisa mewujudkan agenda perkembangan berkelanjutan 2030 PBB.

Xi Jinping menandaskan, Forum Sabuk Jalan atau BRF untuk kerja sama internasional ke-2 telah ditutup pada hari Jumat (27/4). Pembangunan bersama Sabuk Jalan justru dirujuk pada pembangunan perkembangan yang terbuka, yang sekaligus jalan pembangunan hijau berkelanjutan. Tiongkok akan bersama negara-negara lainnya, membangun bersama kampung halaman yang indah, dan membentuk komunitas senasib sepenanggungan umat manusia. Pembangunan ekosistem yang kondusif akan dikerjakan pada zaman sekarang, tapi manfaatnya akan menjangkau sampai generasi demi generasi ke depan.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok