Nazarbayev: Saya Menyimpan Persahabatan Ini Untuk Selama-Lamanya

2019-04-29 11:19:51

“Sudah 19 kali saya bertemu dengan sahabatku Presiden Xi Jinping, saya akan menyimpan persahabatan ini untuk selama-lamanya”.

Demikian dikatakan oleh Nursultan Nazarbayev, orang yang pertama menjabat presiden Kazakstan dalam pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping kemarin (28/4) di Balai Agung Rakyat di Beijing.

Nazarbayev yang kini berusia 79 tahun telah meletakkan jabatan presiden Kazakstan pada bulan lalu. Kali ini dia dengan status presiden yang pertama Kazakstan menghadiri Forum Puncak Kerja Sama Internasional “Sabuk dan Jalan” ke-2.

Selama 30 tahun berkuasa, Nazarbayev disebut sebagai “pohon hijau” dalam kancah politik, lebih-lebih dia punya “nasib baik” dengan Tiongkok. 25 kali berkunjung ke Tiongkok, Nazarbayev menjadi salah satu pemimpin luar negeri yang paling banyak berkunjung ke Tiongkok. Kemarin pihak Tiongkok mengadakan suatu upacara yang istimewa untuk Nazarbayev.

Di ruang besar Balai Agung Rakyat, pemimpin kedua negara yang baru saja mengakhiri pertemuannya telah naik ke panggung seiring dengan irama musik kehormatan. Presiden Xi Jinping menganugerahkan “lencana persahabatan” yang melambangkan kehormatan tertinggi Republik Rakyat Tiongkok kepada Nazarbayev yang pertama menjabat presiden Kazakstan, kedua sahabat lama dan baik berjabatan tangan dan berpelukan. Xi Jinping dalam ucapan selamatnya mengatakan, Nazarbayev yang pertama menjabat presiden Kazakstan adalah seorang politikus yang berwibawa, dan juga adalah pencipta dan pendorong kemitraan strategis keseluruhan antara Tiongkok dan Kazakstan.

Sementara itu, Nazarbayev menyatakan, lencana tersebut telah mencerminkan pengakuan sepenuhnya pihak Tiongkok terhadap saya yang berupaya mendorong kemitraan strategis keseluruhan antara kedua negara. Persahabatan mendalam dan saling percaya antara saya dengan pemimpin Tiongkok akan tercantum dalam hatiku untuk selama-lamanya.

Tiongkok dan Kazakstan adalah dua pelopor dalam pembangunan “sabuk dan jalan”. Pada tahun 2013, Presiden Xi Jinping mengemukakan inisiatif pembangunan bersama “jalur ekonomi Jalan Sutra”. Xi Jinping menyatakan, Tiongkok dan Kazakstan adalah negara pertama yang mengadakan kerja sama kapasitas produksi dalam kerangka pembangunan “sabuk dan jalan”. Hasil dan arti kerja sama antara kedua negara jauh bebas dari kategori bilateral, menegakkan teladan saling mengisi, saling menguntungkan dan menang bersama dalam komunitas internasional, sementara menginjeksi energi positif untuk hubungan internasional tipe baru dan komunitas bersama senasib manusia.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok