BRI Ciptakan Sejarah Baru Demi Ekonomi Dunia Tipe Terbuka

2019-04-28 00:00:16

Forum Tingkat Tinggi Kerja Sama Internasional “Sabuk dan Jalan” (BRF) ke-2 ditutup di Beijing pada Hari Sabtu (27/4) dengan diluluskannya Komunike Bersama KTT Meja Bundar Pemimpin. Para peserta forum menyatakan bertekad meningkatkan kerja sama internasional dalam lapisan sub regional, regional serta seluruh dunia melalui inisiatif “Sabuk dan Jalan” (BRI) dan hubungan kemitraan strategis lainnya, menciptakan masa depan indah yang makmur bersama, serta menantikan forum tingkat tinggi dan kegiatan tindak lanjut terkait diselenggarakan secara rutin .

Dibandingkan dengan BRF perdana pada dua tahun yang lalu, BRF ke-2 telah mencapai 283 buah hasil, dan persetujuan kerja sama yang ditandatangani senilai 64 miliyar dolar AS. Hal ini menunjukkan, semakin banyak negara dan rakyat sedang menjadi mitra kerja sama BRI.

Selama 6 tahun belakangan ini, di bawah upaya bersama berbagai pihak, kini pembangunan BRI telah terbentuk menjadi struktur interkonektivitas, di antaranya terdapat 6 koridor kerjas ama ekonomi internasional yang berorientasi pada Asia dan Eropa, terbentuk juga jaringan jalur kereta api, jaringan jalan raya, jaringan jalur pelayaran, jaringan jalur penerbangan, jaringan penyaluran, serta jaringan informasi yang interkonektivitas. Sejumlah proyek kerja sama telah terwujud, sekitar 150 negara dan organisasi internasional telah menandantangani persetujuan kerja sama BRI dengan Tiongkok .Laporan penelitian yang diumumkan Bank Dunia menunjukkan, volume perdagangan antar negara partisipan BRI telah meningkat 4,1 persen, waktu transportasi di seluruh dunia secara rata-rata telah berkurang 1,2-1,5 persen, biaya total perdagangan menurun 1,1-2,2 persen, sedangkan investasi langsung di seluruh dunia meningkat, perdagangan dan ketenagakerjaan di seluruh dunia khususnya pertumbuhan ekonomi di negara berpendapatan rendah telah didorong dengan kuat.

Di sela-sela BRF, para peserta memprakarsai Inisiatif Beijing mengenai Jalur Sutra Bersih, untuk menandakan ketekadan Tiongkok dengan berbagai negara untuk meningkatkan kerja sama anti korupsi internasional, agar Sabuk dan Jalan menjadi sebuah jalan yang bersih dan jalan menuju supremasi hukum. Berdirinya “Persekutuan Internasional Pembangunan Hijau Sabuk dan Jalan”, dan ditandatanganinya “Prinsip Investasi Hijau Sabuk dan Jalan” oleh Tiongkok, Inggris, Prancis dan Singapura serta negara dan daerah terkait,  telah menyediakan prinsip dan platform penting demi mewujudkan kerja sama pembangunan hijau Sabuk dan Jalan. Berbagai pihak menyetujui penggabungan Agenda 2030 PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan dalam BRI, agar berbagai negara dapat memperoleh keuntungan dan mewujudkan pembangunan bersama. Gagasan Analisa Berkelanjutan Hutang Sabuk dan Jalan yang diumumkan Kementerian Keuangan Tiongkok menandakan,  Tiongkok dan negara partisipan Sabuk dan Jalan akan bersama-sama meningkatkan taraf pengelolaan hutang, mendorong pendanaan berkelanjutan, dan mewujudkan pertumbuhan secara berkelanjutan dan inklusif.

Dunia ini dimiliki semua orang. Justru seperti apa yang ditunjukkan oleh Presiden Xi Jinping, bahwa pembangunan bersama Sabuk dan Jalan sesuai dengan arus sejarah globalisasi ekonomi, sesuai dengan kebutuhan zaman reformasi sistem pengelolaan pemerintahan global, dan sesuai dengan keinginan rakyat berbagai negara terhadap kehidupan sejahtera. Dalam perjalanan menuju pembentukan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, melalui BRI, masyarakat berbagai negara saling bergandengan tangan bersama untuk menciptakan kehidupan yang indah.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok