Satu Sabuk Satu Jalan Diprakasai Tiongkok dan Dimiliki Dunia

2019-04-22 13:09:47

Pada tahun 2013, pemimpin tertinggi Tiongkok, Xi Jinping mengemukakan inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan. Selama 6 tahun ini, Satu Sabuk Satu Jalan berubah dari visi menjadi kenyataan, 126 negara dan 29 organisasi internasional menandatangani dokumen kerja sama Satu Sabuk Satu Jalan dengan Tiongkok, dan lingkaran persahabatan Tiongkok mencakup Asia, Afrika, Eropa, Oseania dan Amerika-Latin.

Pada 2100 tahun yang lalu, Zhang Qian, seorang utusan Dinasti Han Tiongkok dengan mengemban misi perdamaian dan persahabatan, diutus dua kali ke Asia Tengah. Ia membuka gerbang persahabatan dan pertukaran Tiongkok dengan berbagai negara Asia Tengah, serta membuka sebuah jalur sutera yang membentang dari timur ke barat dan menyambungkan Eropa dan Asia.

Pada bulan September 2013, Xi Jinping untuk pertama kalinya mengemukakan konsepsi Sabuk Ekonomi Jalan Sutera di Kazakhstan.

Pada bulan Oktober 2013, Xi Jinping mengemukakan konsepsi Jalur Sutera Maritim Abad ke-21 di Indonesia. Ia menyatakan, daerah Asia Tenggara sejak zaman dahulu merupakan terminal penting Jalur Sutera Maritim, Tiongkok bersedia bersama dengan negara-negara ASEAN meningkatkan kerja sama di laut dan membangun bersama Jalur Sutera Maritim abad ke-21.

Selain berasal dari inspirasi sejarah, konsepsi Sabuk dan Jalan juga berasal dari pemikiran realistis. Sabuk dan Jalan merupakan inisiatif kerja sama ekonomi internasional yang dikemukakan Xi Jinping, intinya ialah dengan pembangunan infrastruktur sebagai induknya meningkatkan konektivitas serba arah, menggali tenaga pendorong baru pertumbuhan ekonomi dunia, dan membentuk platform baru bagi kerja sama ekonomi internasional.

Semangat Jalan Sutera ialah, perdamaian dan kerja sama, keterbukaan dan keinklusifan, saling belajar dan saling menguntungkan.

Prinsip berkonsultasi bersama, membangun bersama dan memanfaatkan bersama ialah berkonsultasi bersama dengan mengumpulkan pengalaman bersama semua pihak, mengembangkan keunggulan masing-masing, agar hasil pembangunan dapat menyejahterakan rakyat.

Xi Jinping pernah menyatakan, Sabuk dan Jalan bukanlah panggung sebuah negara melainkan partisipasi bersama berbagai pihak; bukan mencari lingkungan yang berpengaruh melainkan pembangunan bersama berbagai negara; bukan membangun taman belakang sendiri melainkan taman bunga yang dimiliki semua negara. Inisiatif Sabuk dan Jalan merupakan impian bersama rakyat berbagai negara, dan konsep Tiongkok yang disediakan Tiongkok kepada dunia ialah untuk merealisasi kemakmuran dan pembangunan bersama.

Beberapa hari lagi, Forum Puncak Kerja Sama Internasional Satu Sabuk Satu Jalan ke-2 akan digelar di Beijing dengan dihadiri para kepala negara dan pemimpin pemerintah 37 negara. Kerja sama Sabuk dan Jalan pun akan memasuki tahap yang baru.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok