Tiongkok Tetap Merupakan Penggerak Kuat dalam Masa-Masa Sulit Ekonomi Dunia

2019-04-12 10:59:38

Data yang diumumkan Biro Statistik Nasional Tiongkok hari Kamis kemarin (11/04) menunjukkan, indeks harga konsumen nasional (CPI) pada bulan Maret menurun 0,4% dibandingkan bulan Februari, dan meningkat 2,3% dibandingkan dengan bulan Maret tahun lalu. Indeks harga produsen (PPI) meningkat 0,1% dibandingkan bulan Februari , dan meningkat 0,4% dibandingkan bulan Maret tahun lalu. Sebelumnya, IMF dalam laporannya yang terbaru menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada tahun 2019 hingga 6,3%. Tiongkok menjadi negara satu-satunya dalam komunitas ekonomi utama di dunia yang prediksi pertumbuhan ekonominya dinaikkan.

Sejak tahun lalu, Tiongkok melaksanakan serangkaian tindakan untuk memperdalam reformasi  dan memperluas keterbukaan. Melaksanakan pengurangan tarif pajak besar-besaran serta mengurangi beban perusahaan dan pasar. Melaksanakan pengurangan daftar negatif akses pasar dan mengoptimalkan lingkungan bisnis. Menambahkan sistem ganti rugi punitif dalam revisi undang-undang paten dan meningkatkan perlindungan HaKI.  Menetapkan kesetaraan antar perusahaan dalam dan luar negeri dalam Undang-undang Investasi Pengusaha Asing. Komitmen Tiongkok dalam mendorong reformasi dan keterbukaan satu persatu dilaksanakan, dengan kuat membangkitkan keyakinan perusahaan dalam dan luar negeri, hal ini memberikan tenaga yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Tiongkok secara stabil.

Wakil Komisaris IMF Zhang Tao mengatakan, jika Tiongkok mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan laju 6,3% pada tahun 2019, maka ekonomi Tiongkok akan menciptakan rekor baru di bidang volume penambahan. Di bidang lain, taraf laju 6,3% adalah laju tertinggi dalam prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2019 bagi lima besar komunitas ekonomi di dunia oleh IMF. Hal ini berarti, Tiongkok yang beralih ke pembangunan berkualitas tinggi akan terus memimpin lima besar komunitas ekonomi dunia, dan tetap  merupakan penggerak kuat bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Kini, umat manusia sedang menghadapi perubahan yang sebelumnya belum pernah ada, yaitu menyambut peluang revolusi industri putaran baru dan perubahaan industri putaran baru, juga harus menghadapi resiko dan tantangan seperti lesunya pemulihan ekonomi, pulihnya proteksionisme dan unilateralisme. Dengan situasi seperti ini, jika ekonomi dunia ingin dipulihkan maka berbagai komunitas ekonomi harus bekerja sama.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok