Pemberantasan Narkoba Diperlukan Kerja Sama Internasional

2019-04-02 11:52:48

Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Komisi Kesehatan Negara dan Jawatan Administrasi Pengawasan Obat-Obatan Nasional kemarin (1/4) mengumumkan, mulai dari tanggal 1 Mei tahun ini, materi fentanyl akan dicantumkan dalam catatan tambahan pengontrolan jenis obat bius non pengobatan dan obat psikotropika, itu berarti bahwa Tiongkok akan menerapkan pengontrolan terhadap materi fentanyl.

Sebagai negara yang mengalami bahaya narkoba, Tiongkok selalu menerapkan kebijakan pelarangan narkoba yang ketat. Sebelumnya, jenis materi fentanyl yang ketat dikontrol oleh pemerintah Tiongkok sudah tercatat 25, lebih dari 21 jenis yang ditetapkan oleh PBB, dengan efektif mencegah meluasnya materi sejenis di dalam negeri.

Pusat Pencegahan dan Pengontrolan Penyakit AS (CDC) dalam laporannya pada tanggal 21 Maret menyatakan, pada tahun 2016, jumlah warga AS yang terlalu banyak menghisap fentanyl sudah mencapai 18.335. Di AS, penyalahgunaan narkoba sudah menjadi masalah sosial yang serius, sehingga Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS memasuki keadaan darurat kesehatan publik nasional pada Oktober tahun 2017, guna menanggapi krisis penyalahgunaan narkoba.

Akan tetapi, AS tidak mawas diri dan mengambil berbagai langkah untuk mengendalikan krisis narkoba, malah mencela Tiongkok sebagai sumber utama meluasnya materi fentanyl di dalam wilayah AS.

Wakil Ketua Komisi Pelarangan Narkoba Nasional Tiongkok, Liu Yuejin mengungkapkan, aparat penegak hukum Tiongkok pernah mengungkapkan sejumlah kasus pengolahan ilegal dan menjual materi jenis fentanyl ke AS. Kasus-kasus tersebut berkaitan dengan persekongkolan antara dalam dan luar negeri dan menyelundupkan ke AS melalui pos internasional, namun jumlahnya terbatas, tak mungkin Tiongkok dianggapi sebagai sumber utama meluasnya materi jenis fentanyl.

Pada kenyataannya, dalam masalah pemberantasan materi jenis fentanyl, pihak Tiongkok selalu bekerja sama erat dengan pihak AS. Misalnya dalam rapat pertukaran informasi pelarangan narkoba antara Tiongkok dan AS pada bulan Oktober tahun 2017, pihak Tiongkok menyampaikan 400 informasi kepada pihak AS terkait pembelian fentanyl.

Yang perlu ditunjukkan ialah, materi jenis fentanyl serta masalah materi obat psikotropika jenis baru merupakan masalah internasional. Sejumlah besar materi obat psikotropika jenis baru selalu “dirancangkan” di dalam laboratorium di negara-negara maju di AS dan Eropa, pasar konsumsi juga terpusat di negara-negara tersebut. Kini, masalah penyalahgunaan materi jenis fentanyl yang timbul di AS adalah hasil dari peranan berbagai unsur komprehensif, pemerintah AS dapat berbuat lebih banyak dalam mengurangi permintaan domestik.

Penanggung jawab Balai Riset Kebijakan Narkoba Internasional Institut Politik dan Ekonomi London Inggris, John Collins dalam wawancaranya dengan wartawan BBC pada tahun lalu pernah menyatakan, diperlukan cara yang lebih komprehensif untuk mengatasi krisis perluasan obat-obatan di AS, tetapi bukan hanya tergantung pada pengontrolan terhadap pasokan dari luar negeri.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok