Xi Jinping Akhiri Kunjungan Pertama Tahun 2019, Memulai Hubungan Tiongkok-Eropa Yang Baru

2019-03-27 16:37:19

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan di Italia, Monako dan Perancis pada 21 hingga 26 Maret lalu. Dalam perjalanan kembali ke tanah air, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan kepada wartawan bahwa kunjungan Presiden Xi kali ini bertepatan pada saat di mana situasi internasional mengalami perubahan besar yang tiada taranya dalam seratus tahun yang lalu. Ia mengatakan, kunjungan Xi Jinping kali ini mengutamakan peningkatan kerja sama, penyempurnaan pemerintahan global serta pembelaan multilateralisme, dan telah mendorong hubungan Tiongkok dengan ketiga negara yang dikunjunginya menempuh perjalanan yang baru, membuka ruang baru bagi pelaksanaan inisiatif Sabuk dan Jalan di benua Eurasia, serta memberikan daya hidup baru bagi kemitraan strategis dan komprehensif Tiongkok-Eropa.

Selama kunjungannya di Italia, Xi Jinping dan para pemimpin Italia sepakat terus mempererat kontak tingkat tinggi, meningkatkan komunikasi dan kepercayaan politik dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral. Tiongkok dan Italia menandatangani MoU kerja sama inisiatif Sabuk dan Jalan. Perdana Menteri Italia Conte setuju untuk menghadiri forum kerja sama Sabuk dan Jalan kedua yang akan digelar di Beijing pada bulan depan.

Peranis adalah negara Barat pertama yang menggalang hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok. Tahun ini bertepatan HUT ke-55 penggalangan hubungan diplomatik penuh Tiongkok dan Perancis. Dalam pertemuannya dengan pemimpin Perancis, Xi Jinping menekankan bahwa hubungan Tiongkok-Perancis hendaknya terus berkembang menyusuri jalan yang tepat, dan dalam proses itu, kepercayaan politik adalah unsur vital, kerja sama pragmatis adalah daya pendorong, dan aspirasi masyarakat adalah dasarnya.

Selama kunjungan Presiden Xi di Perancis, kedua pihak memublikasikan pernyataan bersama yang berisi tentang pemeliharaan multilateralisme dan penyempurnaan tata kelola global. Pernyataan tersebut merupakan suara bersama yang dikeluarkan kedua negara untuk menghadapi tantangan yang dihadapi masyarakat internasional. Pernyataan bersama tersebut menegaskan bahwa kedua negara akan mendorong pembinaan hubungan internasional yang saling menghormati, adil dan kooperatif demi menang bersama di atas dasar hukum internasional dan patokan hubungan internasional.

Selama kunjungannya di Monako, kedua kepala negara bersepakat akan terus berpegang teguh pada arah tepat hubungan bilateral, terus melakukan kerja sama yang saling menguntungkan, memperpadat isi pertukaran kebudayaan, dan berupaya bersama untuk menciptakan masa depan indah hubungan Tiongkok-Monako.

Selama berada di Peranis, Xi Jinping dan para pemimpin dari Perancis, Jerman serta Uni Eropa mengadakan pertemuan di Paris. Dalam pidatonya di depan upacara penutupan forum pemerintahan global Tiongkok-Perancis, Xi Jinping menunjukkan, masyarakat internasional kini menghadapi defisit pemerintahan, defisit kepercayaan, defisit perdamaian dan defisit pembangunan sebagai tantangan bersama yang perlu diatasi dengan gagasan keadilan, musyawarah, senasib sepenanggungan serta saling menguntungkan dan menang bersama.

Wang Yi menyatakan, kunjungan Xi Jinping kali ini telah melampaui batas bilateral dan patut disebut sebagai praktek pembinaan hubungan antar negara tipe baru dengan kerja sama dan menang bersama sebagai inti sarinya.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok