Tiongkok dan Prancis Miliki Ide Nilai Bersama tentang Pandangan Tata Kelola Pemerintahan Global

2019-03-27 12:37:59

Jalan raya no.1 yang menghubungkan Brazzaville, ibu kota Kongo dan Pointe-Noire sebagai pusat ekonomi dirampungkan secara resmi pada tahun 2016 sehingga waktu perjalanan satu arah antara kedua kota itu memendek dari satu minggu menjadi enam jam. Jalan raya itu dibangun oleh China State Construction Engineering dan pihak pengawasnya adalah Perusahaan EGIS Prancis. Setelah dirampungkan, jalan raya no.1 dioperasikan secara waralaba dengan sekali lagi kerja sama antara Tiongkok-Prancis. Pihak Tiongkok bertanggung-jawab atas pengoperasian dan pemeliharaan jalan, dan pihak Prancis bertanggung-jawab atas manejemen operasional jalan.

Jalan raya tersebut merupakan contoh sukses kerja sama Tiongkok dan Prancis dalam merintis bersama pasar pihak ketiga. Ini tergantung pada ide nilai yang sama atau hampir sama antara kedua negara. Ada orang berpendapat bahwa persahabatan Tiongkok dan Prancis berdasarkan pandangan dunia yang hampir sama.

Dalam pandangan dunia yang hampir sama antara Tiongkok dan Prancis tersebut, yang terpenting ialah, kedua pihak merupakan pemraktik aktif multilateralisme.

Dalam pertemuannya dengan Sekjen PBB Antonio Guterres tahun lalu Presiden Tiongkok Xi Jinping menunjukkan, dewasa ini, unilateralisme dan proteksionisme semakin menjadi sehingga berdampak kepada tata tertib internasional dan sistem pemerintahan global. Kini dunia jauh lebih membutuhkan multilateralisme, lebih membutuhkan sebuah PBB yang kuat, dan PBB merupakan bendera multilateralisme. Presiden Prancis Emmanuel Macron berpendapat pula bahwa multilateralisme merupakan cara terbaik untuk menanggapi tantangan global.

Justru dengan mempertahankan multilateralisme dan tanggung-jawabnya, Tiongkok dan Prancis tidak saja memiliki kesepahaman dalam banyak masalah pemerintahan global, namun juga dapat bertindak searah. Sebagai pihak penerima keuntungan dan kontributor globalisasi ekonomi, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengemukakan inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan kepada seluruh dunia. Kini lebih dari 150 negara dan organisasi internasional berpartisipasi dalam inisiatif tersebut. Presiden Prancis Macron dalam kunjungannya ke Tiongkok tahun lalu memilih Xi'an, titik tolak Satu Sabuk Satu Jalan sebagai pos pertama kunjungannya, sementara ia mengumumkan bahwa Prancis juga berpartisipasi dalam Satu Sabuk Satu Jalan dan menyebutnya sebagai kemenangan bersama.

Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan sebagai produk publik terbesar Tiongkok yang disediakan Tiongkok kepada pemerintahan global  mencurahkan tenaga dalam sinergi antara rencana pembangunan Tiongkok dengan rencana pembangunan dan strategi berbagai negara dan daerah di dunia dalam rangka mengejar kemenangan dua pihak bahkan banyak pihak, dan hal ini memanifestasikan ide komunitas senasib manusia. Pihak Prancis menyatakan kesediaan mereka untuk menghadiri Forum Puncak Kerja Sama Internasional Satu Sabuk Satu Jalan ke-2 yang akan diadakan di Beijing bulan depan.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok