Hubungan Tiongkok-UE Menyongsong Momen Puncak

2019-03-19 15:51:51

Presiden Tiongkok Xi Jinping hari Kamis (21/3) akan memulai kunjungan kenegaraan di 3 negara Eropa yaitu Italia, Monako dan Perancis. Pemimpin tertinggi Tiongkok akan memulai kunjungan perdana tahun ini di Eropa sehingga dunia luar merasa itu luarbiasa, dan hubungan ekonomi dan dagang, Satu Sabuk Satu Jalan dan pertukaran sosial dan budaya menjadi kata kunci dalam kunjungan tersebut.

Padahal, hubungan Tiongkok-Uni Eropa mendatangkan dampak yang menjangkau jauh terhadap hubungan bilateral, unilateral bahkan seluruh dunia, dan mutlak tidak dapat disimpulkan dengan beberapa kata. Dengan kata Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, sinyal yang disampaikan kunjungan Presiden Xi kali ini sangat jelas dan tegas, yaitu biarkan bagaimanapun perubahan situasi internasional, pihak Tiongkok akan menempatkan hubungan Tiongkok-Eropa pada posisi yang penting dan diprioritaskan dalam hubungan luar negeri Tiongkok. Ia memprediksi kunjungan Presiden Xi Jinping sebagai momen puncak hubungan Tiongkok dengan Uni Eropa.

Momen puncak hubungan Tiongkok-Uni Eropa pertama-tama dimulai dengan peranan pengarahan strategis penting pemimpin masing-masing terhadap hubungan kedua pihak.

Pos pertama kunjungan Xi Jinping ke Eropa adalah Italia. Ini merupakan kunjungan kenegaraan sekali lagi pemimpin negara Tiongkok ke Italia setelah berselang 10 tahun. Sebelum keberangkatan Xi Jinping, ia menerima surat Sekolah Negara Roma Italia. Presiden Xi dalam surat balasannya menggairahkan para pelajar menjadi Marco Polo zaman baru dan menjadi utusan pertukaran kebudayaan Tiongkok-Italia. Surat balasan itu membuat para guru dan siswa sangat senang hati bahkan membuat kebehohan di Italia sehingga lebih banyak pemuda Italia melihat nilaia bersama kebudayaan Italia dan Tiongkok.

Momen puncak hubungan Tiongkok-UE juga berasal dari hubungan persabahatan dan kerja sama yang dipertahankan Tiongkok dan negara-negara Eropa yang berbesa sistemnya.

Momen puncak hubungan Tiongkok-UE juga berasal dari kebutuhan mendesak perubahan situasi internasional terhadap dimainkannya peranan stabilisator Tiongkok dan Eropa yang bersatu kompak dan saling percaya. Sejak memasuki tahun 2019, dunia tetap penuh dengan variabilitas, dan Eropa juga sama halnya. Dengan gangguan unilateralisme, proteksionisme perdagangan, populisme dan terorisme, Eropa juga akan menyongsong pemilihan Uni Eropa. Dalam perubahan situasi yang belum ada selama seratus tahun ini, lebih dibutuhkan hubungan luar negeri negara-negara besar sebagai stabilisator dan kekuatan positif. Kunjungan perdana Presiden Xi ke 3 negara Eropa justru bertujuan merealisasi sinergi inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan dengan strategi konektivitas Eurasia yang dikemukakan Uni Eropa, menyediakan tenaga pendorong baru bagi pertumbuhan berkelanjutan ekonomi global dan ruang baru kepada negara-negara kawasan baik besar maupun kecil untuk mendorong hubungan bersahabat dan bekerja sama demi kemenangan bersama.

Tak dapat disangkal, antara Tiongkok dan Uni Eropa juga terdapat hubungan persaingan, tapi kerja sama tetap merupakan arus pokok kedua pihak.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok