Kepala Daerah Kashgar: Pusat Latihan Keterampilan Xinjiang Merupakan Langkah Efektif untuk Deekstremisasi

2019-03-16 14:52:58

Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB hari Jumat (15/3) lalu meluluskan Laporan HAM versi Tiongkok dalam sidang putaran ketiga di Palais des Nations, Jenewa. Perhat Roza sebagai Kepala Daerah Kashgar, Xinjiang sekaligus wakil delegasi pemerintah Tiongkok menghadiri pemeriksaan laporan tersebut. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa praktek telah membuktikan, diadakannya pusat latihan keterampilan dan pendidikan vokasional adalah langkah efektif untuk menghapuskan ekstremisme lokal.

Daerah Kashgar yang terletak di bagian selatan Xinjiang, Tiongkok adalah tempat permukiman padat penduduk etnis Uighur, yang kebanyakan hidup di pedesaan. Sejak tahun1990-an, pemikiran radikal agama semakin meresap dan marak di daerah itu, sehingga kehidupan lokal semakin berhaluan Islam dan kebudayaan sekuler terus dikucilkan dan ditolak, sementara itu, berbagai peristiwa kekerasan teror tak jarang terjadi di sana sini.

Sebagai seorang pejabat yang sudah lama bertugas di daerah Kashgar, Perhat Roza tahu benar asal usul radikalisme yang terus meresap dalam kehidupan masyarakat, dari akad nikah sampai upacara pemakaman. Bahan makanan yang halal dan tidak halal sering kali dibedakan dengan kriteria yang absurd. Tidak hanya bahan pangan yang dilibatkan. Para umat yang radikal bahkan menolak bersekolah, tidak mau membaca buku dan menonton televisi. Bahkan berobat ke rumah sakit pun dilarang karena alat dan barang digunakan di rumah sakit tidak halal. Ternyata radikalisme sudah meningkat sampai ke level yang mencemaskan.

Menanggapi gejala tersebut, pemerintah Daerah Otonom Xinjiang mengambil serangkaian langkah untuk menghapuskan radikalisme, sementara terus memberantas kejahatan kekerasan. Di samping itu, pemerintah Xinjiang berusaha mencari metode lainnya untuk mencegah atau mengantisipasi ancaman teror dan radikalisme. Pembentukan Pusat Latihan Keterampilan dan Pendidikan Vokasional adalah salah satu langkah utama yang diambil pemerintah setempat. Fungsinya adalah menyelamatkan mereka yang tersesat pikiran radikal atau pidana yang secara ringan melanggar hukum, agar mereka tidak menjadi korban terorisme dan radikalisme. Petinggi dari Kashgar yaitu Perhat Roza mengatakan, para pelajar di Pusat Pendidikan dan Latihan tersebut bukanlah kaum Muslim yang ditahan secara sewenang-wenang seperti apa yang diberitakan media Barat.

Perhat Roza mengatakan, melalui edukasi di pusat tersebut, para pelajar telah menguasai banyak keterampilan yang berguna, sehingga akan sangat membantu mereka selekasnya menyatu dengan kehidupan di luar setelah tamat dari pusat latihan ini.

Perhat mengatakan pula, merebaknya ajaran radikalisme di Xinjiang adalah salah satu unsur yang menyulitkan pembasmian terorisme di Xinjiang. Seiring dengan pelaksanaan langkah-langkah anti ekstremisme, Xinjiang sudah bebas dari kekerasan teror untuk 27 bulan berturut-turut. Berkat ketenteraman sosial, industri pariwisata di daerah Kashgar mengalami pertumbuhan pesat pada tahun 2018, banyak obyek wisata penuh sesak dengan wisatawan, bahkan kamar hotel sudah habis dipesan. Jumlah turis dan konsumsi para turis di Kashgar sama-sama mengalami pertumbuhan sebesar 50 persen.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok