Xi Jinping Temui Perwakilan AS di Beijing

2019-02-16 14:30:52

Xi Jinping Temui Perwakilan AS di Beijing

Perundingan Tingkat Tinggi Ekonomi dan Perdagangan putaran ke-6 Tiongkok-AS telah ditutup di Beijing pada hari Jumat kemarin (15/2). Presiden Tiongkok Xi Jinping menemui Kepala Kantor Dagang AS (USTR), Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang hadir dalam negosiasi tersebut. Xi Jinping menekankan, Tiongkok dan AS bersifat saling tergantung. Bekerja sama akan menguntungkan bagi kedua pihak. Kerja sama adalah pilihan terbaik bagi kedua pihak. Xi Jinping berharap tim kerja dari kedua negara meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan berlandaskan pada prinsip dan arah yang ditetapkannya dengan Presiden Donald Trump dalam pertemuannya pada tahun lalu, dalam rangka mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan serta hubungan kedua negara berkembang secara sehat dan stabil.

Ini adalah pertama kali Xi Jinping menerima kunjungan delegasi ekonomi dan perdagangan AS sejak terjadinya pergesekan ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan AS pada bulan Februari tahun lalu. Ini berarti perundingan putaran kali ini telah mengayunkan langkah penting di atas dasar kemajuan yang dicapai kedua pihak di Washington pada dua pekan yang lalu. Pertemuan Xi Jinping dengan para perwakilan AS tersebut juga berarti bahwa kedua kepala negara selalu memainkan peranan pembimbing dalam penyelesaian masalah ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Para analis berpendapat, dalam pertemuannya dengan perwakilan AS, Xi Jinping berkali-kali menyinggung istilah “kerja sama”, yang pada hakikinya memperlihatkan ketulusan dan iktikad baik Tiongkok mengenai penyelesaian masalah ekonomi dan perdagangan dengan AS melalui cara kerja sama. Xi Jinping menunjukkan, “kerja sama memiliki prinsipnya”, ini menyatakan bahwa kerja sama antara Tiongkok dan AS dalam masalah ekonomi dan perdagangan seharusnya dilakukan dengan prasyarat kepentingan inti sari negara dan kepentingan fundamental rakyat Tiongkok tidak boleh dirugikan.

Tiongkok dan AS dalam perundingan putaran kali ini membahas nota kesepakatan mengenai masalah ekonomi dan perdagangan, yang berarti kedua pihak sudah memasuki tahap pembahasan dokumen kesepakatan sebagai salah satu kemajuan yang penting. Dalam pertemuannya di Washington putaran yang lalu, kedua pihak telah mencapai kesepahaman prinsipal mengenai kerangka dan poin-poin utama mengenai mekanisme pelaksanaan. Dalam negosiasi putaran kali ini, kedua pihak melakukan diskusi mendalam mengenai hal tersebut, ini tak pelak lagi akan menjamin terlaksananya kesepakatan yang dicapai kedua pihak.

Yang patut diperhatikan ialah, tim perunding Tiongkok dan AS memutuskan untuk melanjutkan perundingan di Washington pada pekan depan atau tepatnya hanya berselang satu pekan, berarti kedua pihak akan melakukan tiga putaran perundingan dalam satu bulan. Tampaknya kedua pihak sama-sama memiliki keinginan keras untuk mencapai perjanjian dalam batas waktu yang ditetapkan. Dalam pertemuannya dengan Xi Jinping, Lighthizer dan Mnuchin menyatakan, dalam dua hari yang lalu, tim perunding kedua negara telah mencapai kemajuan baru dalam masalah-masalah yang penting dan sulit, walaupun masih menghadapi banyak masalah, namun mereka penuh harapan atas pencapaian persetujuan antara kedua pihak.

Memang masalah ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan AS sebagai dua ekonomi terbesar di dunia masih sulit diatasi dalam waktu 90 hari, namun dalam waktu dua pekan mendatang, kedua pihak akan berupaya semaksimal untuk mencapai kesepakatan. Masyarakat diharapkan tetap bersikap optimis terhadap potensi dicapainya persetujuan yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan AS.

Dalam waktu 40 tahun terakhir, antara Tiongkok dan AS sering terjadi kesalahpahaman, bahkan krisis yang serius akibat berbedanya sistem sosial, sejarah, kebudayaan dan keadaan riil masing-masing negara. akan tetapi, pada akhirnya, krisis-krisis itu berhasil ditangani dan diatasi, bahkan pengertian antara kedua pihak ditingkatkan. Kesepahaman penting dan hubungan kerja baik yang terjalin antara kedua kepala negara telah memberikan pengarahan pokok bagi penyelesaian masalah ekonomi dan perdagangan serta penanganan hubungan bilateral. Asal kedua pihak terus berupaya searah, meningkatkan kerja sama sementara terus mengatasi perselisihan, maka hubungan Tiongkok-AS pasti akan lagi mengatasi krisis, dan mewujudkan menang bersama.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok