Dubes Tiongkok: Jangan Percaya Kabar Bohong, Huawei Tak Akan Mengancam Keamanan Inggeris

2019-01-28 11:31:45

Harian The Sunday Telegraph Inggeris hari Minggu kemarin (27/1) memuat artikel Duta Besar Tiongkok untuk Inggeris Liu Xiaoming dengan berjudul Jangan Percaya Kabar Bohong, Huawei Tak Akan Mengancam Keamanan Inggeris.

Artikel mengatakan, belakangan ini, pemerintah dan media sejumlah negara Barat asyik mengusik-usik apa yang disebutnya ancaman keamanan dari perusahaan Tiongkok. Sejumlah kecil negara bahkan mengeluarkan larangan pasar terhadap perusahaan Tiongkok antara lain Huawei dengan alasan Huawei mengancam keamanan negaranya. Perkataan dan tindakan itu tak mempunyai alasan dan membingungkan rakyat setempat, melanggar hukum bisnis dan mematahkan keyakinan perusahaan. Kalau membiarkan perkembangannya, itu akan meracuni lingkungan kerja sama ekonomi internasional dan mendatangkan lebih banyak ketidak-pastian dan instabilitas kepada ekonomi dunia. Liu Xiaoming menyatakan, sewbagai Dubes Tiongkok untuk Inggeris, ia bersedia menjernihkan kenyataan dengan kisah sukses Huawei di Inggeris.

Pertama, Huawei kini merupakan miniatur kerja sama saling menguntungkan Tiongkok-Inggeris. Dalam waktu 5 tahun yang lalu, investasi dan pembelanjaan Huawei di Inggeris tercatat 2 miliar pound sterling, Huawei menciptakan 7,500 kesempatan kerja di Inggeris sehingga memberikan sumbangan penting bagi perkembangan ekonomi dan sosial Inggeris. Huawei dengan mengandalkan produk dan layanannya yang bermutu memperoleh pengakuan tinggi sektor usaha terkait dan reputasi baik di pasar Inggeris. Sementara itu, berkat kerja sama tulus mitra Inggeris, Huawei terus mengalami pertumbuhan dan kemajuan di bidang internasionalisasi dan pembakuan perusahaannya.

Kedua, perkembangan jangka panjang industri telekomunikasi Inggeris membutuhkan partisipasi Huawei. Sejak tahun 2001, Huawei aktif berkoordinasi dengan rancangan perkembangan iptek pemerintah Inggeris, investasi Huawei mencapai hasil positif dari ponsel cerdas sampai perlengkapan teknologi telekomunikasi sehingga memberikan sumbangan penting kepada perkembangan industri iptek Inggeris. Inggeris selalu menganjurkan perdagangan bebas, mempertahankan konsep terbuka dan inklusif dan ini sebabnya ekonomi dan masyarakat Inggeris selalu penuh dengan kedinamisan.

Ketiga, Huawei adalah pendukung perkembangan ekonomi Inggeris ke depan. Huawei telah mengumumkan, pihaknya dalam 5 tahun ke depan akan mengadakan investasi dan pembelanjaan senilai 3 miliar pound sterling dan terus memainkan peranan positif dalam perkembangan informatisasi Inggeris. Di latar belakang Brexit Inggeris, ini merupakan suara percaya dan suara dukung terhadap masa depan Inggeris. Untuk dengan sungguh-sungguh mengimplementasi suara percaya itu, dibutuhkan Inggeris terus memelihara keterbukaan dan kerja sama, dan terus menyediakan iklim bisnis kondusif yang adil dan indiskriminatif kepada perusahaan modal Tiongkok termasuk Huawei.

Ke-empat, Huawei tidak akan menjadi ancaman terhadap Inggeris. Keamanan Cyber merupakan tantangan global dan dibutuhkan masyarakat internasional bergandengan tangan untuk menghadapinya. Di bidang tersebut, Huawei telah melakukan upaya yang gigih. Huawei dengan inisiatif berinvestasi uintuk membangun pusati sertifikasi keamanan Cyber di Inggeris dan juga aktif berpartisipasi dalam kerja sama penelitian dan pengembangan dengan lembaga penelitian ilmiah Inggeris, dan terus menyempurnakan dan meningkatkan level teknologi terkait. Mengenai masalah keamanan teknologi 5G Huawei, seorang tokoh teras telekomuniasi Inggeris belum lama berselang memberikan penilaian tinggi dari sudut profesional. Liu Xiaoming menegaskan kembali, pemerintah Tiongkok tak pernah mendukung perusahaan manapun melakukan kegiatan pencurian rahasia Cyber dan peraturan hukum Tiongkok juga tak pernah memberikan kekuasaan kepada lembaga manapun untuk memaksa perusahaan memasang pintu belakang paksaan.

Dilihat dari kenyataan tersebut, pengelolaan Huawei di Inggeris boleh dikatakan adalah sah dan baik.

Inggeris adalah negara besar yang berpengaruh di seluruh dunia. Mempertahankan keterbukaan dan keinklusifan adalah kuncinya memelihara pengaruh Inggeris di dunia. Sebaliknya, kalau mempertahankan pikiran Perang Dingin dan menerapkan kebijakan diskriminatif terhadap perusahaan asing dengan alasan keamanan negara, itu tak saja tidak menguntungkan orang lain, dan pada akhirnya juga merugikan kepentingan dan figur sendiri.

Pada zaman globalisasi yang tak terbendung, Tiongkok akan mengulurkan tangan untuk memeluk dunia dan mempertahankan keterbukaan dan kerja sama. Pihak Tiongkok juga menantikan Inggeris memelihara sikap terbuka dan mengadakan pilihan bijaksana bertolak dari kepentingannya sendiri dan bersama dengan Tiongkok mendatangkan lebih banyak kesejahteraan keapda rakyat Tiongkok dan Inggeris.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok