Komunitas Internasional Ramai Tanggapi Pidato Tahun Baru Presiden Xi

2019-01-02 10:54:32

Menjelang tibanya tahun baru 2019, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato tahun baru 2019, di mana meninjau kembali prestasi 2018 dan memandang peluang dan tantangan pada tahun baru. Komunitas internasional beramai-ramai menanggapi dan mengapresiasi pidato Presiden Xi tersebut.

Ketua Pusat Riset Inovasi Asia di bawah Wadah Pemikir Indonesia Bambang Suryono mengatakan, pada 2018, kurang lebih 10 juta penduduk miskin Tiongkok melepaskan kemiskinan, ini adalah prestasi yang luar biasa di dunia. Secara menyeluruh mengentaskan kemiskinan di Tiongkok, boleh dikatakan sebagai satu tonggak dalam sejarah manusia.

Mantan Duta Besar Mesir untuk Tiongkok Aly Houssam El-Din Mahmoud El-Hefny berpendapat, sebanyak 10 juta penduduk Tiongkok melepaskan kemiskinan, hal ini memperlihatkan ketetapan hati pemerintah Tiongkok untuk secara menyeluruh mengentaskan kemiskinan di negerinya.

Deputi rektor The Free University of Berlin, ahli bahasa Tionghoa Klaus Muhlhahn mengatakan, sejumlah prestasi yang dikemukakan Presiden Xi dalam pidatonya, termasuk reformasi dan keterbukaan, pengentasan kemiskinan, telah dengan besar-besar mengagumkan dunia. Hasil-hasil luar biasa yang dicapai Tiongkok justru terwujudkan melalui reformasi dan keterbukaan.

Direktur Fakultas Ilmu Timur Institut Ekonomi Rusia Alexey Maslov mengatakan, Tiongkok sedang aktif mendorong implementasi politik reformasi dan keterbukaan, di atas dasar pola pembangunan yang sesuai dengan keadaan negara sendiri.

Peraih medali persahabatan reformasi Tiongkok, Presiden Club 48 Grup Inggris Stephen Perry menunjukkan, Tiongkok telah mencapai prestasi yang luar biasa di dunia.

Peraih medali persahabatan reformasi Tiongkok yang juga ahli masalah Tiongkok dari Amerika, Robert Lawrence Kuhn mengatakan, kepada seluruh dunia, pidato tahun baru Presiden Xi telah mengumumkan ketetapan hati dan harapan indah Tiongkok pada masa depan.

Direktur Institut Keamanan Nasional Pakistan Asanga Abeyagoonasekera mengatakan, pidato Presiden Xi itu menyatakan bahwa Tiongkok akan terus bergandengan tangan dengan negara-negara dunia untuk mewujudkan kemakmuran bersama.

Direktur Fakultas Hubungan Internasional Universitas Rio Brasil Mauricio Santoro mengatakan, pada 2018, dengan inisiatif “Sabuk dan Jalan”, penyelenggaraan CIIE dan pembentukan Zona Perdagangan Bebas Hainan, Tiongkok telah memperlihatkan ketetapan hatinya untuk memperluas keterbukaan, mendukung multilateralisme dan globalisasi.

Profesor dari Universitas Jawaharlal Nehru yang juga ahli bahasa Mandarin B.R.Deepak menyatakan, pidatonya presiden Xi telah memperlihatkan pembangunan dan hasil-hasil Tiongkok pada 2018. Meskipun akan menghadapi berbagai risiko dan tantangan, Tiongkok tetap akan mencurahkan tenaga untuk memperdalam lebih lanjut reformasi dan keterbukaan.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok