Xi Jinping Ceritakan Tiongkok Dengan Dunia

2018-12-29 15:45:55

Tahun 2018, dunia mengalami “perubahan besar tak pernah ada selama 100 tahun”. Dalam perubahan besar ini, Tiongkok juga menemui berbagai tantangan dan risiko baru. Tahun ini, diplomasi Tiongkok maju secara mantap dan tegas menurut arah yang sudah ditentukan. Meninjau kembali tahun ini, marilah kita bersama-sama mendengarkan Presiden Tiongkok, Xi Jinping menceritakan hubungan Tiongkok dengan dunia.

Pada tanggal 9 Januari 2018, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Macron adalah pemimpin negara lain yang pertama mengadakan kunjungan ke Tiongkok pada tahun 2018, juga merupakan pemimpin negara Eropa yang pertama mengadakan kunjungan ke Tiongkok sesudah Kongres Nasional ke-19 Partai Komunis Tiongkok (PKT). Mengenai pandangan Tiongkok atas situasi internasional, Xi Jinping menyatakan, “Dunia internasional sedang mengalami perubahan yang mendalam dan rumit dan tak pernah ada sebelumnya, hubungan berbagai negara semakin ditingkatkan, kecenderungan damai dan pembangunan tidak dapat diubah. Sementara itu, ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam situasi internasional menjadi semakin menonjol, masyarakat umat manusia menghadapi sejumlah tantangan bersama.”

Di depan Kongres Nasional Ke-19 PKT, Xi Jinping mengajukan pembangunan hubungan internasional tipe baru dan pembangunan komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, itulah target diplomasi negara besar yang berkarakteristik Tiongkok pada era baru.

Tahun 2018 adalah genap 40 tahun dilaksanakannya kebijakan reformasi dan keterbukaan di Tiongkok. Pada April, event diplomatik pertama yang diadakan di Tiongkok, yaitu Sidang Tahunan 2018 Forum Asia Boao digelar. Xi Jinping di depan upacara pembukaan sidang itu memberi komitmen Tiongkok kepada dunia. Dikatakannya, “Tiongkok mempertahankan keterbukaan sebagai kebijakan pokok, mempertahankan pembangunan dengan membuka pintu. Saya ingin menegaskan bahwa pintu keterbukaan Tiongkok tidak akan ditutup, hanya akan dibuka lebih besar!”

Meningkat keterbukaan adalah kata yang sering disebut dalam ajang diplomatik bilateral dan multilateral, juga merupakan melodi utama diplomasi Tiongkok. Pada bulan November, Ekspo Impor Internasional Tiongkok (CIIE) pertama berhasil diadakan di Shanghai. Itulah pameran tingkat nasional pertama yang bertema impor di dunia, telah diikuti oleh 172 negara, daerah dan organisasi internasional serta lebih dari 3600 perusahaan luar negeri. Di depan CIIE, Presiden Xi Jinping mengumumkan lima langkah penting tentang peningkatan keterbukaan Tiongkok. Tiongkok sekali lagi memperlihatkan dukungan tegas kepada pembangunan ekonomi dunia tipe terbuka, dan keinginan Tiongkok untuk membagikan peluang pembangunan dengan berbagai pihak.

Pada Juli 2018, Xi Jinping mengadakan kunjungan pertama ke luar negeri dalam tahun ini, Satu Sabuk Satu Jalan sekali lagi menjadi perhatian berbagai pihak. Di Qatar, Xi Jinping dan Presiden Senegal Macky Sall bersama-sama menyaksikan penandatanganan MoU kedua negara tentang pembangunan bersama Satu Sabuk Satu Jalan. Dengan demikian, inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan sampai ke daerah Afrika Barat.

Selama tahun 2018, terdaapt lebih dari 50 lagi negara dan organisasi internasional menandatangani dokumen kerja sama Satu Sabuk Satu Jalan dengan Tiongkok, jumlah total dokumen yang sudah ditandatangani telah tercatat lebih dari 140 buah. Prinsip dan semangat Satu Sabuk Satu Jalan telah dicantumkan di dalam dokumen hasil mekanisme kerja sama internasional yang penting, termasuk PBB, Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan Konferensi Asia-Eropa. Selama 5 tahun ini, volume total perdagangan Tiongkok dengan negara-negara sepanjang Satu Sabuk Satu Jalan telah melampaui 6 triliun USD, investasi Tiongkok kepada negara-negara tersebut telah melampaui 80 miliar USD, dan telah menciptakan 240 ribu lowongan kerja di negara-negara tersebut.

Xi Jinping mengatakan, “Sosialisme yang berkarakteristik Tiongkok telah memasuki era baru. Sementara itu, status Tiongkok sebagai negara berkembang terbesar di dunia tidak pernah berubah. Bagaimana pun Tiongkok berkembang, selalu termasuk negara berkembang, akan selalu mendukung tegas negara berkembang yang luas, berupaya untuk mengembangkan Kemitraan yang erat dengan mereka.”

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok