Pengentasan Kemiskinan Masuki Tahap Terakhir, Pengalaman Tiongkok Dipuji Dunia

2018-12-24 10:57:11

Tahun 2018 adalah tahun pertama pelaksanaan Aksi Tiga Tahun Pengentasan Kemiskinan Tiongkok. Sepanjang tahun ini, masyarakat berbagai kalangan terus secara intensif melakukan upaya pengentasan kemiskinan dan telah mencapai hasil-hasil yang mengagumkan. Saat ini hanya tersisa dua tahun menjelang perwujudan target masyarakat sejahtera yang dijadwalkan pada tahun 2020. Langkah-langkah apa yang akan diterapkan pemerintah untuk mewujudkan target tersebut pada masa dua tahun mendatang? Berikut simaklah laporan wartawan CRI.

Kabupaten Huishui, Provinsi Guizhou adalah salah satu daerah yang dipilih pemerintah lokal untuk menampung para migran yang dipindahkan dari daerah terpencil dan miskin. Di salah satu komunitas permukiman wartawan menjumpai seorang penduduk bernama Luo Ying, yang sempat memperagakan beberapa lembar foto yang menggambarkan betapa kumuh dan semrawut bekas tempat penghuniannya.

“Jalannya putus, air bersih pun tidak tersedia, tiada telekomunikasi. Dulu kala masih kecil saya pun mengeluh kenapa rumahku berada di sini,” ujar Luo Ying kepada wartawan.

Berkat kebijakan pengentasan kemiskinan, terutama kebijakan tentang pemindahan penduduk miskin ke daerah yang kondisi kondusif, Luo Ying dan penduduk sekampungnya dipindahkan ke komunitas penduduk yang dilengkapi dengan perumahan yang baru untuk memulai kehidupan yang serba baru.

Sama dengan Luo Ying, semakin banyak kelompok miskin kini keluar dari jurang kemiskinan berkat paket kebijakan pengentasan kemiskinan yang mulai dilaksanakan sejak awal 2018. Kini pengentasan kemiskinan telah menjadi usaha yang diikutsertakan oleh seluruh rakyat Tiongkok.

Dalam 40 tahun sejak pelaksanaan reformasi dan keterbukaan pada 1978, Tiongkok telah melaksanakan kampanye pengentasan kemiskinan yang paling besar skalanya dalam sejarah umat manusia, dengan sebanyak 700 juta penduduk miskin di pedesaan terlepas dari kemiskinan, yang sama dengan 10 persen penduduk total dunia. Dari tahun 2013 hingga sekarang, kurang lebih 10 juta penduduk miskin keluar dari jurang kemiskinan setiap tahun.

Pada 2018, kasus kemiskinan (poverty incidence) di seluruh negeri diperkirakan akan turun hingga 2 persen ke bawah. Hasil-hasil signifikan yang dicapai Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan telah memperoleh pengakuan dan apresiasi merata seluruh dunia. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim pada November lalu mengatakan di Beijing bahwa pengalaman Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan patut dipelajari dunia.

“Dalam waktu 40 tahun yang lalu, keajaiban Tiongkok di bidang pengentasan kemiskinan adalah sangat langka dalam sejarah manusia. Tiongkok berpotensi mewujudkan target menghapuskan kemiskinan absolut secara tuntas dalam waktu yang singkat. Kita perlunya menilik kembali hasil-hasil yang dicapai Tiongkok karena dunia ingin mengetahui bagaimana Tiongkok bisa mencapai prestasi tersebut. Pengalaman Tiongkok di samping akan membantu Tiongkok melanjutkan reformasi pada masa depan, juga akan membantu negara-negara lainnya untuk mengalami perkembangan yang memuaskan.” Demikian ujar Jim Yong Kim.

Saat ini di Tiongkok masih tercatat sebanyak 30 juta orang di pedesaan yang termasuk kategori kelompok miskin, banyak di antaranya adalah orang disabilitas, lansia telantar dan para penyandang penyakit menahun serta kelompok yang berpendidikan rendah dan tidak memiliki ketrampilan. Menurut aksi pengentasan kemiskinan untuk kurun waktu 2018 hingga 2020 yang diumumkan pada tahun 2018, pemerintah akan membantu kelompok miskin tersebut keluar dari kemiskinan melalui serangkaian kebijakan yang majemuk, termasuk imigrasi dan pemberian jaminan sosial minimum.

Untuk menjamin pengentasan kemiskinan betul-betul mencapai hasil, Tiongkok menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi yang ketat untuk mencegah terjadinya pemalsuan data. Direktur Kantor Pimpinan Pengentasan Kemiskinan di bawah Dewan Negara, Liu Yongfu mengatakan: “Pemerintah sudah meresmikan sistem informasi terkait data pengentasan kemiskinan di seluruh negeri. Siapa yang termasuk kelompok belum sejahtera, apa sebabnya, dan langkah apa yang diterapkan sehingga keluarga itu terlepas dari kemiskinan, semuanya terdata di sistem informasi tersebut. Dalam hal ini dilaksanakan pemeriksaan dan penilaian yang ketat.”

Saat ini kampanye pengentasan kemiskinan Tiongkok sudah memasuki tahap terakhir. Ke depannya Tiongkok akan menitikberatkan pengentasan kemiskinan kelompok penduduk di daerah termiskin dan kelompok penduduk yang spesial. Diperkirakan sampai pada 2020, Tiongkok akan mewujudkan target pengentasan kemiskinan bagi semua penduduk di pedesaan menurut kriteria yang berlaku sekarang.

Dalam rapat peringatan 40 tahun pelaksanaan reformasi dan keterbukaan belum lama yang lalu, pemimpin Tiongkok sekali lagi menegaskan target untuk mewujudkan pembentukan masyarakat sejahtera pada masa mendatang.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok