Apa Tujuan AS Mengesahkan UU Terkait Tibet ?

2018-12-23 09:39:31

Gedung Putih Amerika baru-baru ini mengesahkan Rancangan Undang-Undang Akses Resiprokal ke Tibet (Reciprocal Access to Tibet Act of 2018). Tindakan ini merupakan intervensi kasar terhadap urusan dalam negeri Tiongkok, juga merupakan cara lain yang dilakukan Kongres AS untuk membendung perkembangan Tiongkok.

Berdasarkan UU Akses Resiprokal ke Tibet itu, pemerintah Tiongkok harus mengizinkan wartawan, diplomat dan wisatawan warga AS menuju ke kawasan Tibet Tiongkok tanpa pembatasan apapun. Kalau tidak, pejabat Tiongkok yang menyusun kebijakan dan merintangi warga AS mengakses Tibet akan dilarang masuk AS. Nampaknya UU ini bertujuan untuk berupaya warga AS lebih bebas masuk keluar dari Tibet, pada hakikinya mencerminkan pikiran hegemoni “Preferensi AS” dan UU dalam negeri AS lebih berkuasa daripada hukum internasional.

Dalam pikian para anggota Kongres AS yang mengajukan dan meluluskan RUU itu, tiada satu tempat pun di dunia dapat melarang pengaksesan warga AS. Asal punya keinginan, warga AS dapat pergi ke mana saja. Tapi dunia ini bukan dibuat menurut impian mereka, tidak ada satu negara akan menyambut orang yang tidak menghormati negara dan tidak menaati prinsip.

Tibet senantiasa merupakan territorial Tiongkok yang tak dapat dipisahkan. Kongres AS kali ini berbicara soal Tibet Tiongkok, telah melanggar peraturan pokok pertukaran antar negara dalam hubungan internasional, juga adalah intervensi kasar terhadap urusan dalam negeri Tiongkok.

Pada kenyataan, TIongkok belum pernah menolak warga asing yang sungguh-sungguh mencintai Tiongkok, dan mencintai Tibet Tiongkok berkunjung ke Tibet termasuk warga AS. Menurut statistik, dalam tahun 2016, 2017 serta 11 bulan pertama tahun 2018, wisatawan asing yang berkunjung ke Tibet masing-masing tercatat, 321,9 ribu orang, 343,5 ribu orang, dan 381,4 ribu orang. Warga AS yang berkunjung ke Tibet terhitung melampaui 95 ribu orang. Banyak senator dan pejabat partai di Kongres AS berkali-kali mengunjungi Tibet, juga ada banyak warga AS berulang kali berkunjung ke Tibet.

Tiongkok tidak membatasi warga AS berkunjung ke Tibet, malah senantiasa berupaya mempromosi kebudayaan sejarah Tibet kepada dunia luar, termasuk perubahan Tibet pada masa kini. Untuk menarik masyarakat memperhatikan Tibet, Daerah Otonom Tibet mengeluarkan serangkaian kegiatan promosi seperti “Wisata Ke Tibet Pada Musim Dingin”. Hal ini menunjukkan, Tiongkok yang terbuka, Tibet Tiongkok yang Terbuka menyambut kedatangan anda!

Memperbaiki pembangunan infrastruktur Tibet, merupakan pekerjaan yang paling dipentingkan pemerintah Tiongkok untuk mendorong keterbukaan Tibet kepada dunia luar. Pada akhir tahun lalu, 99 persen desa Tibet telah dihubungkan dengan jalan raya, jarak jalan raya totalnya mencapai 90 ribu kilometer, jalur penerbangan dalam dan luar negeri ke Tibet mencapai 79 daripada 37 sebelumnya. Setelah Jalan KA Qinghai-Tibet diresmikan pada tahun 2006, kini pembanguan Jalan KA Sichuan-Tibet mulai dihidupkan, di berbagai desa Tibet sudah dilingkupi sinyal mobil, tingkat pencakupan broadband mencapai 85 persen. Sekarang, warga Tiongkok dan warga asing telah menikmati kemudahan ketika berwisata ke Tibet. Sebagai jalur besar perdagangan daratan Tiongkok yang berorientasi kepada Asia Selatan, selama tahun-tahun belakangan ini pertukaran ekonomi dan perdagangan Tibet dengan dunia luar semakin meningkat.

Di depan rapat perayaan genap 40 tahun reformasi dan keterbukaan Tiongkok, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyatakan, reformasi dan keterbukaan merupakan ciri khas Tiongkok zaman sekarang, bangsa Tionghoa akan berpegang pada reformasi dan keterbukaan terus berkembang maju. Tak dicurigakan, pindu gerbang keterbukaan Tibet akan semakin dibuka. Orang-orang yang menghormati, mencintai, dan tidak memprasangka Tibat, akan disambut baik oleh masyarakat Tibet. Tetapi orang-orang yang ingin menintervensi urusan dalam negeri Tiongkok dan ingin bertindak apa saja dalam masalah Tibet dengan pengesahan RUU soal Tibet pasti tidak disambut oleh masyarakat Tibet.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok