Antariksa Tiongkok Tingkatkan Keterbukaan dan Kerja Sama Internasional

2018-12-21 13:39:10

Sepanjang tahun 2018, Tiongkok melancarkan beberapa kali misi antariksa, termasuk Proyek Ekspedisi ke Bulan atau Proyek Chang'e -4, yang juga terbuka untuk sejumlah negara lainnya, antara lain, Arab Saudi, Swedia, Jerman dan Belanda. Wahana pendarat Change-4 akan melakukan pendaratan di “sisi gelap” atau “sisi jauh” bulan yang tidak terlihat' dari bumi dengan membawa sejumlah peralatan eksperimen yang canggih, termasuk beberapa alat eksperimen dari negara-negara tersebut. Ini merupakan pendaratan dan penjelajahan pertama kali yang akan dilakukan umat manusia di “sisi gelap” bulan. Selain proyek Chang'e-4, antariksa Tiongkok juga membuka layanannya kepada mancanegara melalui konstelasi satelit Beidou yang dijadwalkan menyediakan layanan navigasi bagi negara-negara yang dilintasi inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan pada akhir tahun 2018. Boleh dikatakan bahwa pada 2018, antariksa Tiongkok semakin terbuka bagi kerja sama internasional.

Di antara sekian banyak misi antariksa sepanjang tahun 2018, Proyek Chang'e-4 tak pelak lagi adalah salah satu misi yang paling menarik perhatian dunia. Wahana pendarat Chang'e-4 sudah diluncurkan dengan roket pembawa dari Pusat Peluncuran Xichang pada 8 Desember 2018 tapi baru akan mendarat di bulan pada Januari tahun 2019. Misi Chang'e-4 akan memulai eksplorasi bulan yang serba baru bagi manusia. Dalam waktu 60 tahun yang lalu, manusia telah meluncurkan seratus lebih wahana orbiter atau penjelajah ke bulan, namun satu pun tidak mendarat di “sisi gelap” bulan. Wu Weiren, Ketua Perancang Proyek Chang'e-4 yang juga akademisi Akademi Rekayasa Tiongkok menjelaskan, pendaratan wahana di “sisi gelap” bulan untuk melakukan penjelajahan masih belum dilakukan hingga saat ini. Eksplorasi di “sisi gelap” bulan akan memperluas pengetahuan manusia mengenai kerahasiaan bulan bahkan seluruh kosmos.

“Sisi gelap tak pernah diinjak kaki oleh manusia sebelumnya. Tiongkok kali ini akan mencoba melakukan pendaratan wahana di sana. Di sisi gelap bulan pasti akan ditemukan keadaan atau topografi, bahkan material yang belum diketahui umat manusia, dan hal itulah yang mendorong Tiongkok untuk mendaratkan sebuah wahana ke sana. Eksplorasi tersebut akan memberikan hikmah bagi perkembangan umat manusia,” demikian ujar Wu Weiren.

Selain perlengkapan sendiri, Misi Chang'e-4 kali ini juga memberikan layanan muatan bagi alat eksperimen empat negara lain, dengan rinciannya alat-alat milik Belanda dan Arab Saudi di satelit relay bernama Queqiao sebagai satelit telekomunikasi yang menghubungi antara bulan dengan bumi serta alat-alat eksperimental Jerman dan Swedia di wahana pendarat Chang'e-4.

Direktur Biro Industri Iptek Pertahanan Nasional Tiongkok, Zhang Kejian mengatakan: “Pemerintah Tiongkok selalu menganjurkan pemanfaatan angkasa luar demi tujuan damai di atas dasar sama derajat dan saling menguntungkan. Dalam pelaksanaan misi Chang'e-4 kali ini, Tiongkok secara inisiatif menyediakan platform untuk memuat alat-alat eksperimental dari Arab Saudi, Swedia, Belanda dan Jerman untuk bersama-sama melakukan pendaratan dan eksplorasi pertama kali manusia di sisi gelap bulan. Upaya Tiongkok tersebut adalah sumbangannya yang penting bagi eksplorasi ilmiah internasional di angkasa luar.”

Tidak hanya Chang'e-4, satelit navigasi Tiongkok yakni Beidou juga telah menyediakan layanan bagi dunia. Sistem navigasi satelit Beidou yang dikembangkan mandiri oleh Tiongkok sudah mulai memberikan layanan navigasi kepada negara-negara yang dilintasi inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan melalui Konstelasi Pokok Beidou-3 yang diresmikan pada November 2018. Sistem Navigasi Beidou-3 mampu memberikan layanan sinyal yang mencakup seluruh global dengan mutu yang cukup tinggi.

Ketua perancang sistem navigasi Beidou, Yang Changfeng mengatakan: “Dibanding Beidou-2 yang memberikan layanan pesan singkat, Beidou-3 akan menyediakan layanan sepuluh kali lipat lebih banyak sehingga terwujudlah miniaturisasi dan integrasi pada alat pelanggan.”

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok