Tiongkok Harus Lebih Terbuka Kalau Ingin Mewujudkan Perkembangan Dengan Kualitas Tinggi

2018-12-21 12:45:40

Dalam Perayaan Genap 40 tahun Reformasi dan Keterbukaan, Presiden Tiongkok menyimpul 9 butir pengalaman dalam reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Di antaranya terdapatlah pengalaman bahwa Tiongkok harus berpegang tegph pada perluasan keterbukaan untuk mendorong membangun bersama komunitas senasib sepenanggungan umat manusia. Pengalaman ini mempunyai arti arahan yang penting demi perwujudan perkembangan ekonomi Tiongkok dengan kualitas tinggi  pada masa depan.

40 tahun yang lalu, Tiongkok berada dalam kondisi yang  tertutup, perdagangan barang mendukuki urutan ke-29 di dunia saja. Pada Desember tahun 1978, pemerintah Tiongkok memutuskan mengalihkan titik berat ke pembangunan ekonomi, reformasi dan keterbukaan menjadi tenaga kuat untuk mendorong perkembangan negara. Selama 40 tahun ini, Tiongkok mendirikan daerah istimewa ekonomi, bergabung dalam WTO, membangun bersama Sabuk dan Jalan, mendirikan 12 zona uji coba perdagangan bebas, dan merencanakan pelabuhan perdagangan bebas ciri khas Tiongkok. Dengan demikian terbentuklah struktur baru keterbukaan secara menyeluruh. Justru karena itulah, Tiongkok menjadi negara perdagangan yang terbesar di dunia, mitra perdagangan terbesar bagi 120 lebih negara atau daerah, negara penyerapan modal asing dan negara investasi langsung terhadap dunia luar yang kedua terbesar. Maka Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan, keterbukaan membawa kemajuan, tapi penutupan pasti terbelakang.

Tentu saja, mempertimbangkan level perkembangan ekonomi negara, bukanlah indeks pertumbuhan ekonomi ini saja, perlulah dipertimbangkan dari beberapa segei. Misalnya barang-barang konsumsi alat-alat rumah tangga. Pada tahun 80-an abad lalu, warga Tiongkok bangga karena mempunyai televisi, kulkas dan mesin pencuci pakaian, namun sekarang, warga Tiongkok lebih suka membeli barang-barang  yang mencerminkan kualitas konsumsi, seperti mesin pencuci mangkok, alat pembersih air, mesin penyapu dan sebagainya. Hal ini membuktikan konsumsi  warga Tiongkok terhadap kehidupan indah meningkat terus, hal ini berarti pula ekonomi Tiongkok sedang beralih pada perkembangan dengan kualitas tinggi dari pertumbuhan pesat.

Ini adalah hasil pasti yang  reformasi dan keterbukaan  serta perkembangan ekonomi memasuki tahap baru setelah 40 tahun. Presiden Tiongkok Xi Jinping telah memberi jawaban yang tegas, yakini,  perkembangan ekonomi Tiongkok dalam 40 tahun yang lalu tercapai dengan syarat terbuka, jadi perkembangan ekonomi Tiongkok dengan kualitas tinggi harus diadakan dengan lingkungan yang lebih terbuka.

Sejak tahun ini, keterbukaan menjadi kosa kata yang sering dibicarakan oleh pemimpin-pemimpin Tiongkok. Di banyak medan internasional, Presiden Xi Jinping mengeluarkan informasi yang jelas dan tegas yakni keterbukaan Tiongkok tak akan berhenti.  Beberapa bulan terakhir ini, pajak bea cukai Tiongkok diturunkan sampai 7,5% pada keseluruhan. Volume transaksi  Ekspo Impor Internasional Perdana Tiongkok tercatat US $ 57,8 miliar. Keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar tidak saja mempunyai ketekadan, juga mempunyai aksi yang kuat dan tegas.

Dalam pidato Presiden Xi Jinping, pembangunan Sabuk dan Jalan tak dicurigai adalah platform penting untuk mewujudkan perkembangan dengan kualitas tinggi. Pembangunan Sabuk dan Jalan adalah kemenangan bersama, tidak saja sesuai dengan kebutuhan perkembangan berbagai negara, sesuai pula dengan program reformasi dan keterbukaan jangka panjang, juga mendorong praktek komunitas senasib sepenanggungan umat manusia.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok