Perkembangan HAM Tiongkok Punya Inovasi dan Tindakan Nyata

2018-12-13 12:56:50

Pemerintah Tiongkok kemarin (12/12) meluncurkan buku putih Perkembangan dan Kemajuan Usaha HAM Tiongkok Selama 40 Tahun Pelaksanaan Reformasi dan Keterbukaan, dengan data-data memaparkan terbentuknya gagasan baru perkembangan HAM dengan rakyat sebagai pusatnya, secara efektif merealisasi keberhasilan dalam perkembangan HAM. Buku putih menunjukkan bahwa Tiongkok dengan sukses menempuh suatu jalan perkembangan HAM yang sesuai dengan keadaan negaranya.

Jadi, apakah pandang HAM Tiongkok? Dalam seminar peringatan genap 70 tahun Deklarasi HAM Dunia yang diadakan baru-baru ini di Beijing, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirim kawat ucapan selamat, ia menunjukkan bahwa kehidupan bahagia rakyat adalah HAM yang terbesar. Xi Jinping bahwa Tiongkok mempertahankan prinsip umum HAM dipadukan dengan keadaan nyata zaman modern, menempuh jalan perkembangan HAM yang sesuai dengan keadaan negara, menjalankan gagasan HAM dengan rakyat sebagai pusatnya serta menjadikan hak perkembangan sebagai HAM pokok yang utama, mengungkapkan sifat HAM.

Buku putih menegaskan, melalui pelaksanaan reformasi dan keterbukaan selama 40 tahun, di Tiongkok sudah terbentuk gagasan baru perkembangan HAM dengan rakyat sebagai pusatnya, dengan hak kehidupan dan hak perkembangan sebagai HAM mendasar dan dengan pembangunan tata hukum HAM sebagai jalan lintas serta dengan perkembangan selara berbagai HAM sebagai tujuan.

Perkembangan HAM Tiongkok tidak saja mempunyai gagasan, tetapi juga mempunyai aksi pragmatis dan efektif. Justru seperti yang dikemukakan dalam buku putih, selama 40 tahun pelaksanaan reformasi dan keterbukaan, Tiongkok menghormati HAM, melindungi HAM dan mendorong HAM, gagasan terkait tidak saja tercantum dalam UUD dan rancangan strategis pembangunan negara, tetapi juga dijadikan sebagai prinsip penting dalam penanganan urusan negara dan pemerintahan.

Dengan penanggulangan kemiskinan sebagai contoh, hal itu merupakan tujuan utama dalam agenda perkembangan berkelanjutan PBB 2030, sementara merupakan jalan utama untuk mendorong dan melindungi HAM. Dalam 40 tahun yang silam, Tiongkok berhasil mengurangi penduduk miskin sejumlah 850 juta, tingkat sumbangan penanggulangan kemiskinan kepada dunia melampaui 70%.

Mengenai hal tersebut, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier yang berkunjung di Tiongkok mengatakan kepada Presiden Xi Jinping, bahwa melalui kunjungannya di berbagai daerah di Tiongkok, dia lebih menghargai keberhasilan yang dicapai di bidang-bidang ekonomi dan sosial selama 40 tahun pelaksanaan reformasi dan keterbukaan, khususnya berhasil memungkinkan ratusan juta rakyat Tiongkok terlepas dari kemiskinan, sementara menyelesaikan masalah sandang pangan, keberhasilan itu tak dapat diabaikan. Presiden Bank Dunia Kim Yong mengatakan, selama 40 tahun, Tiongkok telah mencapai keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan yang jarang terjadi dalam sejarah umat manusia, pengalaman Tiongkok dapat membantu negara-negara lainnya untuk berkembang lebih baik.

Kemajuan HAM Tiongkok tidak saja tercermin pada aspek hak kehidupan dan hak perkembangan, tetapi juga pada aspek lainnya yang ditegaskan oleh Presiden Xi Jinping, yaitu perlu mengkoordinasi dan meningkatkan hak ekonomi, politik, sosial, budaya dan lingkungan segenap rakyat, berupaya memelihara kesetaraan dan keadilan sosial, mendorong perkembangan keseluruhan setiap orang. Mengenai hal itu, buku putih secara rincian membentangkan level kehidupan rakyat, hak karakter pribadi, hak harta benda, hak bekerja, hak perlindungan sosial, hak penerimaan pendidikan, hak budaya, hak pemilihan, hak perolehan informasi, hak partisipasi, hak pengawasan dan kebebasan beragama. Buku putih menunjukkan pula, Tiongkok secara nyata meningkatkan hak-hak kelompok tertentu, antara lain etnik minoritas, wanita, anak-anak, orang tua dan penyandang cacat, “rakyat Tiongkok tak pernah seperti sekarang ini untuk menikmati HAM yang begitu luas”.

Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, Tiongkok tidak saja meningkatkan kehidupan sendiri, tetapi juga berupaya meningkatkan kehidupan orang lainnya. Misalnya, dari tahun 1950 hingga tahun 2016, Tiongkok telah menyediakan bantuan kepada luar negeri senilai 400 miliar yuan RMB untuk 5.000 proyek. Dari tahun 2013 hingga tahun 2017, Tiongkok telah membangun area kerja sama ekonomi dan perdagangan di negara-negara sekitar “sabuk dan jalan”, menempatkan tenaga lebih dari 200 ribu. Mulai dari tahun 2004, Tiongkok menyediakan bantuan kemanusiaan internasional sebanyak 300, rata-rata meningkat 29% setiap tahun. Tiongkok berpegang pada gagasan “konsultasi bersama, pembangunan bersama dan pembagian bersama”, dalam rangka mendorong pembangunan komunitas senasib manusia.

“Ham tak ada yang paling baik, hanya ada yang lebih baik”, inilah inferensi yang diambil oleh buku putih pemerintah Tiongkok, Tiongkok menyadari bahwa untuk merealisasi perlindungan HAM yang sepenuhnya, jalannya masih panjang. Tiongkok akan berupaya keras untuk menyediakan kehormatan, kebebasan dan kebahagiaan kepada rakyat dalam usaha reformasi dan keterbukaan yang berlevel lebih tinggi, memberi sumbangan baru kepada perkembangan usaha HAM dunia.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok