Tiongkok Sebut Spekulasi terhadap Perusahaan Tiongkok “Absurd”

2018-12-11 10:03:35

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang dalam jumpa pers hari Senin kemarin (11/12) menyebut kekhawatiran Uni Eropa terhadap perusahaan Tiongkok karena spekulasi atau praduga yang tak beralasan tampaknya sangat absurd.

Diberitakan, Wakil Ketua Komisi Uni Eropa Andrus Ansip mengatakan, pihaknya terpaksa khawatir terhadap perusahaan Tiongkok, termasuk PT Huawei. Ia mengatakan, perusahaan-perusahaan tersebut harus bekerja sama dengan layanan intelijen pemerintah Tiongkok dengan memberikan bantuan yang tidak terdokumentasi untuk mendapatkan akses ke sistem komputer dengan cara menempatkan backdoor dalam produk-produk mereka.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Lu Kang menyatakan, untuk sementara waktu ini, sejumlah negara terus memfitnah PT Huawei Tiongkok yang diklaimnya berpotensi menimbulkan ancaman bagi keamanan negaranya, akan tetapi, hingga saat ini, bukti apa pun belum diperlihatkannya. Tindakannya yang membatasi operasi normal perusahaan Tiongkok di wilayahnya dengan berlandaskan pada “spekulasi” tampaknya lucu banget. Tindakannya tersebut juga tidak bermanfaat bagi kerja sama saling menguntungkan antar negara.

Lu Kang menyatakan, kini tercatat 20 lebih negara yang telah menandatangani kontrak komersial dengan Huawei seputar kerja sama di bidang telekomunikasi 5G. Pada pekan lalu, perusahaan Portugal dan PT Huawei menandatangani perjanjian kerja sama. Dalam dialog fiskal dan finansial ke-6 Tiongkok-Perancis pada pekan lalu, Menteri Keuangan Perancis menyatakan di Paris bahwa Perancis menyambut Huawei berinvestasi di negerinya. Belum lama berselang, seorang petinggi pemerintah Jerman mengatakan, pemerintah Jerman tidak akan melarang distributor asing untuk menyediakan fasilitas telekomunikasi 5G di Jerman. Perusahaan telekomunikasi Jerman tengah melakukan kerja sama dengan banyak perusahaan Tiongkok, termasuk Huawei seputar pembangunan jaringan telekomunikasi dengan teknologi 5G.

Lu Kang menekankan, tidak ada peraturan atau undang-undang mana pun yang mewajibkan perusahaan memasang “backdoor” di produknya. Pemerintah Tiongkok selalu mendukung perusahaan Tiongkok melakukan kerja sama ekonomi dengan luar negeri dengan mematuhi peraturan internasional dan hukum lokal. Tiongkok berharap negara-negara terkait dapat menyediakan iklim investasi, bisnis dan kerja sama yang setara, transparan dan adil, tidak lagi memberikan halangan terhadap operasi normal perusahaan Tiongkok.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok