Wang Yi Perkenalkan Kunjungan Presiden Xi Jinping

2018-12-06 12:00:53

Dari 27 November hingga 5 Desember memenuhi undangan, Presiden Tiongkok Xi Jinping telah mengadakan kunjungan kenegaraan di Spanyol, Argentina, Panama, Portugal sekaligus menghadiri KTT ke-13 G20 di  Buenos Aires. Usai kunjungan kali ini, Anggota Dewan Negara Tiongkok merangkap Menteri Luar Negeri Wang Yi memperkenalkan keadaan kunjungan kali ini kepada media.

Wang Yi mengatakan, kunjungan Presiden Xi kali ini boleh dikatakan sebagai kunjungan pembimbing. Kehadirannya dalam KTT G20 menetapkan arah kepada perkembangan pembenahan ekonomi dunia dan hubungan Tiongkok dengan negara-negara besar utama. Kunjungannya di Amerika-Latin dan Eropa sempat mendorong tren perkembangan kerja sama “Sabuk dan Jalan”, merintis ruang kerja sama Tiongkok-Eropa dan Tiongkok Amerika-Latin yang lebih luas. Kunjungan kali ini sesuai dengan arus zaman multilateral dunia dan globalisasi ekonomi, mempertahankan multilateralisme, menganjurkan menang bersama yang saling menguntungkan, juga menginjeksikan energi positif kepada komunitas internasional yang penuh dengan perasaan ragu-ragu saat ini.

Dalam waktu 9 hari, lawatan Presiden Xi menempuh perjalanan lebih dari 40 ribu kilometer, menghadiri lebih dari 70 kali kegiatan bilateral maupun multilateral. Kunjungan Presiden Xi telah disoroti dunia dan menimbulkan pengaruh besar kepada komunitas internasional. hasil-hasil utama sebagai berikut ini:

Pertama, mendorong kerja sama G20 dan mengatur perkembangan hubungan antar negara besar.

2018 merupakan genap 10 tahun meletusnya krisis moneter internasional serta dihidupkannya mekanisme KTT G20. Masyarakat internasional menaruh perhatian besar pada KTT G20 kali ini pada saat risiko ekonomi dunia sedang tambah besar. Presiden Xi telah menyampaikan beberapa pidato penting dan mengadakan berbagai pertemuan bilateral, mengajukan sejumlah usulan kerja sama, di mana telah memperlihatkan kewajiban dan keberanian sebagai pemimpin negara besar.

G20 adalah satu platform penting bagi perekonomian utama dunia untuk melakukan dialog dan koordinasi. Di bawah situasi saat ini,peningkatan pertukaran dan saling percaya antar pemimpin berbagai negara, khususnya negara besar adalah semakin penting. Presiden Xi menunjukkan, kepercayaan antar negara besar merupakan aset berharga bagi G20, kepercayaan tersebut harus ditingkatkan atau diperluas. Pertemuan Presiden Xi dengan para pemimpin peserta G20 telah sukses mendorong perkembangan stabil hubungan Tiongkok dengan negara-negara terkait.

Memenuhi undangan, Presiden Xi dan Presiden AS Trump telah melakukan pertemuan, dalam suasana bersahabat dan tulus hati, pemimpin kedua negara melakukan pertukaran mendalam, telah menetapkan rancangan dan arah perkembangan demi penanganan baik masalah serta peningkatan hubungan  antar kedua negara. Kedua pihak setuju terus mendorong hubungan Tiongkok-AS yang berdasarkan koordinasi, kerja sama dan stabil, meningkatkan kerja sama kedua negara di semua bidang. AS menegaskan kembali akan menganut politik satu Tiongkok. Diskusi pemimpin kedua negara terkait masalah ekonomi dan perdagangan pun bersifat positif dan konstruktif, mencapai sejumlah kesepahaman prinsipal. Di antaranya,  pertama,sukses menghentikan perluasan lebih lanjut pertikaian perdagangan, kedua,kembali melakukan koordinasi, ketiga, membentuk tujuan bersama yang kerja sama saling menguntungkan, keempat, mendatangkan keuntungan penting kepada perdagangan dan ekonomi dunia. Kesemuan itu tidak hanya memelihara kepentingan sah Tiongkok, tapi juga sesuai dengan kepentingan AS bahkan harapan komunitas internasional. kenyataan akan membuktikan bahwa kepentingan bersama Tiongkok-AS lebih besar dari pada perselisihan, kerja sama lebih besar dari pada pertikaian. Peningkatan interaksi akurat dan kerja sama antar Tiongkok dan AS tidak hanya menguntungkan rakyat kedua negara, tapi juga menyejahterakan rakyat seluruh dunia.

Sementara itu seperti kelaziman biasa,  Presiden Xi juga mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dengan 70 tahun pembukaan hubungan diplomatik kedua negara yang jatuh pada 2019 sebagai peluang, pemimpin kedua negara sepakat meningkatkan hubungan kemitraan strategis komprehensif kedua negara ke satu jenjang lebih tinggi.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok