Menlu Tiongkok Paparkan Kunjungan Xi Jinping ke Luar Negeri dan Kehadirannya di Pertemuan APEC ke-26

2018-11-21 17:19:05

Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri pertemuan informasi APEC ke-26 dan melakukan kunjungan kenegaraan di Papua Nugini, Brunei Darussalam dan Filipina pada 15 hingga 21 November 2018. Seusai kunjungan tersebut, Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi memberikan keterangan tentang hasil-hasil yang dicapai dalam kunjungan tersebut kepada wartawan.

Wang Yi mengatakan, selama kunjungan Presiden Xi Jinping dan negara-negara anggota APEC membahas integrasi ekonomi regional, menjajaki kerja sama strategis dengan negara-negara di Asia Tenggara dan Pasifik Selatan. Dalam perlawatan kali ini, pemimpin Tiongkok menganjurkan peningkatan kesadaran komunitas senasib sepenanggungan, mengedepankan kerja sama antara satu sama lain, mempromosi pelaksanaan inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan, memperkokoh keyakinan multilateralisme dalam rangka mewujudkan pembangunan bersama. Opini umum dalam dan luar negeri berpendapat, di tengah meningkatnya proteksionisme, unilateralisme serta politik kekuatan, Tiongkok selalu berpegang teguh pada prinsip menang bersama dan pembangunan inklusif sehingga telah memperkokoh citra Tiongkok sebagai negara besar yang bertanggung jawab.

Pertama, mempertahankan keterbukaan dan pembangunan inklusif, memimpin dunia bekerja sama dengan kawasan Asia Pasifik.

Wang Yi mengatakan, kawasan Asia Pasifik sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi dunia telah menarik sorotan seluruh dunia. Di pertemuan APEC, Xi Jinping secara mendalam menguraikan tantangan yang dihadapi masyarakat internasional, mengajukan solusi Tiongkok bagi perkembangan dan kerja sama ekonomi dunia sehingga telah mendapat tanggapan ramai dan positif yang luas. Dalam pidatonya Presiden Xi telah mengajukan arah keterbukaan dan kerja sama, dan menyampaikan sinyal positif.

Wang Yi mengatakan, para pemimpin peserta pertemuan APEC memberikan tanggapan positif terhadap usul Presiden Xi Jinping. Dalam pertemuan APEC kali ini, ada negara tertentu yang secara nekat mencoba memaksakan pendirian sepihak yang merugikan nilai inti sari dan prinsip pokok WTO kepada berbagai pihak peserta pertemuan. Tiongkok yang berpegang teguh pada prinsipnya telah melakukan komunikasi dan kontak luas dengan para anggota untuk membela sistem perdagangan multilateral yang berlandaskan pada peraturan, sehingga telah menjaga tradisi APEC yang mengedepankan konsultasi dan kesepakatan tunggal, juga telah melindungi kepentingan bersama semua negara anggota APEC.

Di sela-sela pertemuan APEC ke-26, Presiden Xi mengadakan pertemuan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo. Kepala kedua negara menilai positif penandatanganan MoU tentang peningkatan kerja sama terkait inisiatif Belt and Road dan strategi poros maritim serta perpanjangan perjanjian swap mata uang kedua negara. Kedua pihak setuju mengembangkan hubungan bilateral dari sudut strategis dalam jangka panjang, meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam kerangka multilateral.

Kedua, mengembangkan tradisi persahabatan dan meningkatkan hubungan Tiongkok-Brunei Darussalam serta hubungan Tiongkok-Filipina.

Wang Yi mengatakan, Burnei Darussalem dan Filipina adalah dua negara tetangga Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan dipimpin kepala negara masing-masing, hubungan Tiongkok-Brunei terus mengalami perkembangan sehat dan stabil, dan telah menyongsong periode terbaik dalam sejarah. Hubungan Tiongkok-Filipina telah mengalami perkembangan bersifat lompatan setelah mengalami jalan berliku-liku.

Presiden Xi dalam pertemuannya dengan Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengadakan pembahasan tentang pengembangan hubungan bilateral pada era baru. Hubungan Tiongkok dan Brunei Darussalam ditingkatkan sebagai kemitraan kerja sama strategis, dan hubungan Tiongkok-Filipina sebagai kemitraan kerja sama strategis dan komprehensif.

Kerja sama pragmatis telah diperluas. Brunei Darussalam dan Filipina adalah hub penting di Jalan Sutra Maritim zaman kuno, mereka adalah mitra kerja sama yang wajar dalam pembangunan Satu Sabuk Satu Jalan. Xi Jinping menekankan bahwa Tiongkok akan meningkatkan kerja sama dengan Wilayah Pertumbuhan ASEAN Timur, ini akan memperluas ruang kerja sama antara Tiongkok-Brunei serta Tiongkok-Filipina, bahkan akan membangun platform baru bagi kerja sama Tiongkok dan ASEAN.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok