KTT Ke-21 Tiongkok-ASEAN Luluskan Visi Kemitraan Strategis

2018-11-15 11:07:44

KTT Pemimpin Tiongkok-ASEAN (10+1) Ke-21 dan KTT Peringatan Genap 15 Tahun Penggalangan Kemitraan Strategis Tiongkok-ASEAN digelar di Singapura kemarin (14/11). KTT meluluskan Visi Kemitraan Strategis Tiongkok-ASEAN 2030, mengeluarkan pernyataan bersama kerja sama iptek dan inovasi, sementara mengumumkan tahun 2019 sebagai tahun pertukaran media Tiongkok-ASEAN. Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menekankan, dalam situasi dewasa ini, Tiongkok dan ASEAN hendaknya memperdalam kerja sama komprehensif, bergandengan tangan untuk membina kemitraan strategis bertaraf lebih tinggi, serta membangun komunitas senasib Tiongkok-ASEAN yang lebih erat.

KTT dipimpin oleh PM Tiongkok Li Keqiang, PM Singapura Lee Hsien Loong selaku Ketua Bergilir ASEAN. KTT dihadiri oleh pemimpin-pemimpin 9 negara ASEAN lainnya. Dalam kata sambutannya Li Keqiang menyatakan, situasi internasional dan regional mengalami perubahan rumit dalam 15 tahun yang lalu, negara-negara Asia memelihara kecenderungan damai dan stabil, dan muncul arus pertumbuhan pesat.

Li Keqiang menyatakan, hubungan Tiongkok-ASEAN telah menempuh perjalanan yang luar biasa. Selama 15 tahun ini, kedua pihak telah menjalankan kerja sama dalam serba bidang, multi level dan luas lingkungan, telah membentuk kerangka kerja sama yang besar, sehingga terus memperkaya isi kerja sama strategis Tiongkok-ASEAN. Kedua pihak juga menciptakan pola saling menguntungkan dan menang bersama, volume perdagangan antara satu sama lain patut diacungkan jempol di dunia.

Terhitung sampai sekarang, Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar bagi ASEAN selama 9 tahun berturut-turut, dan ASEAN menjadi mitra dagang besar ketiga bagi Tiongkok selama 7 tahun berturut-turut. Terhitung sampai akhir tahun lalu, investasi dua arah terhitung melampaui 200 miliyar dolar AS, jumlah personel pertukaran tercatat 50 juta, jumlah pelajar yang dikirim belaja di negara pihak lainnya melampaui 200 ribu.

Li Keqiang menyatakan, dalam situasi seperti sekarang ini, Tiongkok dan ASEAN perlu meningkatkan perancangan strategis, mengintensifkan pembangunan keamanan politik, ekonomi perdagangan, dan pertukaran masyarakat, mendorong hubungan Tiongkok-ASEAN ke level tinggi. Kedua pihak hendaknya memperdalam kerja sama ekonomi dan dagang, Tiongkok menantikan bersama dengan negara terkait, selekasnya menyelesaikan secara esensial perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), menyingkirkan hambatan perdagangan, mendorong maju investasi perdagangan. Di samping itu, Tiongkok dan ASEAN perlu membina titik baru inovasi, kedua pihak akan membahas pembentukan mekanisme baru kerja sama iptek dan inovasi, memperkokoh dukungan humaniora, serta memperluas kerja sama keamanan.

Mengenai topik perdamaian dan kestabilan kawasan, PM Li Keqiang mengatakan, kedua pihak sudah menegakkan teladan penyelesaian perselisihan, melaksanakan secara komprehensif dan efektif Deklarasi Kode Etik (COC) Laut Tiongkok Selatan (LTS), dan memelihara kestabilan situasi LTS.

Li Keqiang mengatakan, tahun ini, berbagai pihak telah menyusun dokumen konsultasi tunggal mengenai COC LTS, dan sepakat untuk menyelesaikan pemeriksaan putaran pertama dalam tahun 2019. Di atas dasar tersebut, Tiongkok berharap untuk berupaya bersama dengan para hadirin dari negara-negara ASEAN , untuk menyelesaikan konsultasi COC dalam waktu 3 tahun, dan juga berharap menyusun jadwal, agar COC ini menjadi COC yang memelihara perdamaian dan kestabilan LTS secara kontinu, serta bermanfaat bagi perdagangan bebas dan meningkatnya level CAFTA.

Para pemimpin ASEAN menyatakan, KTT kali ini mempunyai arti tonggak sejarah. ASEAN dan Tiongkok mempunyai hubungan kerja sama saling menguntungkan yang kuat, pertukaran tingkat tinggi terus dilakukan, koneksi ekonomi semakin banyak, pertukaran personel semakin erat, kualitas dan kuantitas sama-sama meningkat.

Sementara itu, para pemimpin ASEAN menyatakan harapannya agar selekasnya menyelesaikan perundingan COC LTS, mengontrol perselisihan, memperluas kerja sama pragmatis maritim, mendorong perdamaian dan kestabilan di kawasan LTS. Kedua pihak mempunyai kepentingan umum di bidang pemeliharaan multilateralisme dan perdagangan bebas. ASEAN bersedia bersinergi dengan inisiatif “satu sabuk satu jalan”, terus memperluas lingkup kerja sama, meningkatkan kerja sama konektivitas, inovasi, kota cerdas, E-Commerce serta ekonomi digital, mendorong proses pembangunan komunitas Asia Timur dan pengintegerasian ekonomi regional.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok