Tiongkok dan Dunia Bangun Bersama “Jembatan Menuju Kemakmuran”

2018-11-07 16:41:54

Beberapa hari ini Tiongkok terus menjadi salah satu sorotan media utama dunia. Pada 5 November 2018, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato di acara pembukaan CIIE pertama di Shanghai. Dalam pidatonya Xi Jinping mengimbau masyarakat internasional untuk bersama-sama membangun ekonomi dunia terbuka yang inovatif dan inklusif, mengumumkan Tiongkok akan mengambil lima langkah untuk melaksanakan keterbukaan lebih lanjut serta menggali lebih lanjut potensi impor dan memperlonggar akses pasar. Pada 6 November, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengadakan pertemuan dialog “1+6” dengan petinggi dari enam lembaga ekonomi dan moneter internasional termasuk Bank Dunia, IMF dan WTO. Dalam pertemuan itu para hadirin telah mengadakan diskusi mendalam mengenai kerja sama antara Tiongkok dan ekonomi dunia dalam proses mencapai target menang bersama. Dalam dialog tersebut, Tiongkok menegaskan kembali komitmen untuk meningkatkan keterbukaan bertaraf tinggi dan mendorong perkembangan yang bermutu tinggi.

Pada hari yang sesama, Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan menghadiri Forum Ekonomi Inovatif 2018 di Singapura, di mana ia mengatakan bahwa Tiongkok akan mempertahankan keterbukaan terhadap dunia luar sebagai kebijakan pokok negara, dan akan berupaya bersama negara-negara lainnya untuk mendorong globalisasi ekonomi dunia berkembang ke arah lebih terbuka, inklusif, menguntungkan semua pihak, seimbang dan menang bersama.

Sementara itu, pameran dirgantara “China Airshow” digelar di Zhuhai dan Konferensi Internet Dunia kelima digelar di Wuzhen, Provinsi Zhejiang. Melalui penyelenggaraan beberapa ajang akbar tersebut, Tiongkok memperlihatkan kepada dunia tekadnya untuk berkembang bersama dengan mancanegara.

Keterbukaan adalah salah satu simbol Tiongkok di zaman sekarang. Tiongkok terus memperluas keterbukaan, ini tidak hanya berfaedah bagi dirinya sendiri, tapi juga telah menyejahterakan seluruh dunia. Dalam beberapa hari ini terakhir, melalui transaksi dan penandatanganan kontrak yang dilakukan di CIIE pertama di Shanghai, terlihat bahwa ekonomi Tiongkok telah beralih dari tipe ekspor ke tipe konsumsi. Pihak resmi memproyeksikan bahwa dalam 15 tahun mendatang, komoditas dan layanan yang diimpor Tiongkok masing-masing akan melampaui 30 triliun dan 10 triliun dolar AS. Dari proyeksi tersebut terindikasi bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok tidak hanya berupa pertumbuhan secara kuantitas, tapi juga lebih mengutamakan pertumbuhan kualitas, yang berarti ekonomi Tiongkok akan berusaha memperluas konsumsi dan mengembangkan sektor jasa dan layanan demi memenuhi kebutuhan para konsumen akan kehidupan yang bermutu tinggi, sementara itu akan mendorong terwujudnya keseimbangan kembali ekonomi.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok