Li Keqiang dan Shinzo Abe Gelar Pembicaraan

2018-10-27 12:30:16

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengadakan pembicaraan di Balai Agung Rakyat, Beijing pada Jumat pagi kemarin (26/10).

Li Keqiang menyatakan, untuk sementara waktu yang lalu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berkali-kali menyatakan sikap positif tentang perbaikan hubungan Tiongkok-Jepang. Kedua pihak diharapkan dapat menyayangi dan menjaga momen positif dalam hubungan bilateral, meningkatkan lebih lanjut interaksi kondusif, secara layak menangani masalah-masalah sensitif sejarah, Taiwan dan Laut Timur, agar perbaikan dan perkembangan hubungan kedua negara menjadi proses yang berkelanjutan tanpa berhenti.

Li Keqiang menyatakan, Tiongkok bersedia melakukan dialog dengan Jepang di bidang politik dan ekonomi, meningkatkan komunikasi dan koordinasi seputar kebijakan masing-masing pemerintah, memperdalam kerja sama di bidang inovasi iptek, penghematan energi, pelestarian lingkungan, pengobatan dan jaminan hari tua, fiskal dan finansial, penanggulangan bencana dan pertanian, berusaha menjadikan kerja sama di pasar ketiga sebagai pilar baru dalam kerja sama pragmatis Tiongkok-Jepang. Li Keqiang berharap kedua pihak dapat sedini mungkin membuka hotline dalam kerangka mekanisme komunikasi laut dan udara, meningkatkan dialog antara badan penegakan hukum di laut kedua pihak, agar Laut Timur dapat menjadi laut damai, kerja sama dan bersahabat.

Li Keqiang menekankan, dalam situasi internasional dewasa ini, Tiongkok dan Jepang, sebagai dua kekuatan ekonomi utama di dunia, hendaknya bersama-sama memelihara multilateralisme dan perdagangan bebas serta mendorong pembinaan ekonomi dunia yang terbuka. Li Keqiang berharap kedua pihak mengintensifkan perundingan mengenai pembentukan Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-Jepang-Korsel serta kesepakatan kemitraan ekonomi menyeluruh regional yakni RCEP guna mendorong fasilitas perdagangan dan investasi kawasan ini. Bersama-sama membangun masyarakat ekonomi Asia Timur untuk mendukung proses integrasi kawasan Asia-Pasifik.

Shinzo Abe menyatakan, Perdana Menteri Li Keqiang berkunjung ke Jepang pada Mei lalu dan berhasil mendorong hubungan kedua negara kembali ke rel normal. Shinzo Abe berharap dapat membuka era baru hubungan Jepang-Tiongkok di mana kedua negara mengubah persaingan menjadi koordinasi. Jepang dan Tiongkok adalah dua negara tetangga yang penting, kedua pihak saling menjadi mitra strategis pihak lain, dan saling tidak menjadi ancaman pihak lain. Perkembangan Tiongkok merupakan peluang penting bagi Jepang. Jepang bersedia meningkatkan kontak tingkat tinggi dengan Tiongkok, dan di atas dasar empat dokumen politik terus meningkatkan komunikasi strategis, serta memperdalam kerja sama di bidang-bidang politik, ekonomi, investasi, moneter, inovasi, pasar pihak ketiga, pemuda dan remaja, olahraga serta daerah kedua negara. Ia menyatakan, kerja sama Jepang dan Tiongkok yang sesuai dengan arus zaman akan membantu penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi bersama dunia. Kedua pihak hendaknya berupaya bersama untuk mendorong perundingan terkait RCEP untuk mencapai kemajuan hakiki, mendorong pembinaan ketertiban ekonomi internasional yang bebas dan adil serta memberikan sumbangan bagi perkembangan ekonomi dunia.

Kedua pihak juga bertukar pendapat mengenai masalah-masalah internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok