Wawancara Eksklusif Dubes Tiongkok untuk AS dengan Presenter Fox News Sunday

2018-10-15 10:17:52

Pada hari Jumat (12/10) pekan lalu waktu setempat, Duta Besar Tiongkok untuk Amerika Serikat (AS), Cui Tiankai menerima wawancara Chiris Wallace, presenter dari acara Fox News Sunday yang diluncurkan stasiun televisi Fox AS. Dalam wawancara tersebut Cui Tiankai menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai hubungan Tiongkok-AS, pergeseran ekonomi dan perdagangan serta masalah nuklir Korea Utara (Korut).

Wallace antara lain bertanya tentang komentar Cui tentang pidato Wakil Presiden AS Pence yang bernada keras, kebijakan tarif Tiongkok yang ditujukan kepada para pemilih Partai Republik serta iklan media Tiongkok yang dimuat di surat kabar AS. Dubes Cui Tiankai menyatakan, semua tuduhan terhadap Tiongkok adalah tidak berdasar. Tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain adalah salah satu prinsip pokok dalam hubungan Tiongkok dengan luar negeri. Pendirian Tiongkok dalam hal ini adalah konsisten. Mengenai aksi-aksi yang diambil Tiongkok dalam bidang tarif, Cui Tiankai mengatakan bahwa semua aksi yang diambil Tiongkok adalah balasan terhadap tarif tambahan yang diberlakukan AS. Jika AS mencabut tarif tambahan, maka Tiongkok juga akan mengambil tindakan serupa. Aksi Tiongkok adalah tarif lawan tarif, dan tidak ditujukan kepada bidang yang lain. Media Tiongkok memuat iklan di surat kabar AS untuk menyampaikan pendapatnya dengan mencontohi pengalaman media AS dan merupakan kelaziman semua media di dunia.

Mengenai pertanyaan tentang “perang dagang”, Cui Tiankai menyatakan, yang penting ialah harus diketahui siapalah yang mencetuskan “perang dagang”. Tiongkok tidak mau terlibat dalam “perang dagang” dengan AS atau negara mana pun di dunia. “Perang dagang” adalah hal yang malang, namun kesalahannya tidak di pihak Tiongkok. Kau tahu atau tidak seberapa banyak keuntungan yang dibawa perdagangan bilateral Tiongkok-AS kepada para konsumen AS dan berapa banyak laba yang diperoleh perusahaan AS di Tiongkok? Kita harus memahami masaslah ini secara keseluruhan. Menanggapi “perang dagang” yang nekat dilancarkan negara lain, Tiongkok mau tak mau harus mengambil tindakan balasan untuk membela kepentingan dirinya sendiri. Aksi yang diambil Tiongkok adalah aksi pasif.

Mengenai pertanyaan apakah “perang dagang” yang menyebabkan anjloknya harga saham di AS, Cui Tiankai menyatakan, Tiongkok dan AS adalah dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia, dan bertanggung jawab untuk memelihara hubungan bilateral yang positif dan konstruktif, guna meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap prospek ekonomi global. Ini adalah tanggung jawab bersama bagi Tiongkok dan AS.

Mengenai tuduhan AS yang menyebutkan bahwa “perkembangan Tiongkok justru berlandaskan pada pencurian HaKI dan pengalihan teknologi melalui paksaan”, Cui Tiankai membantah bahwa tuduhan itu sama sekali tidak berdasar dan adalah tidak adil bagi rakyat Tiongkok. Tiongkok memiliki populasi sebanyak 1,4 miliar jiwa yang merupakan seperlima jumlah total penduduk dunia. Sulit dibayangkan bahwa penduduk sebanyak itu dalam proses mengusahakan pembangunan dan kemakmuran justru mengandalkan pencurian atau pemaksaan pengalihan teknologi dan bukan melalui perjuangannya diri sendiri. Itu adalah mustahil belaka. Rakyat Tiongkok rajin bekerja, dalam hal ini mereka tidak kalah daripada bangsa mana pun di dunia. Kami minta AS tunjukkanlah bukti mengenai apa yang disebut “pencurian”.

Chris Wallace dalam acaranya bertanya tentang peristiwa mendekatnya dua kapal militer Tiongkok dan AS di Laut Tiongkok Selatan serta penjualan senjata oleh AS kepada Taiwan. Cui Tiankai menyatakan, peristiwa itu terjadi di Laut Tiongkok Selatan, atau dengan kata lain, di ambang pintu Tiongkok. Jelas bukanlah kapal militer Tiongkok yang berlayar di lepas pantai California atau Teluk Meksiko, melainkan kapal militer AS yang berlayar di laut yang sangat dekat dengan kepulauan dan pantai Tiongkok. Jadi jelaslah siapa yang melakukan ofensif dan siapalah yang melakukan defensif. Adapun penjualan senjata oleh AS kepada Taiwan, ini adalah bukti kuat yang menunjukkan intervensi AS terhadap urusan dalam negeri Tiongkok.

Mengenai masalah nuklir Korut, Cui Tiankai mengatakan, Tiongkok dan AS memiliki target yang sama dalam mewujudkan denuklirisasi dan perdamaian kekal di Semenanjung Korea. Untuk mewujudkan target tersebut, masyarakat internasional hendaknya mengambil langkah-langkah secara koordinatif, bertahap dan berangsur-angsur.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok