Li Keqiang Hadiri Sidang ke-17 Dewan Pengurus PM Negara Anggota SCO

2018-10-13 15:06:04

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang kemarin sore (12/10) menghadiri Sidang ke-17 Dewan Pengurus kepala pemerintah (perdana menteri) anggota Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Dushanbe. Sidang juga dihadiri Perdana Menteri Tajikistan Kokhir Rasulzoda, Perdana Menteri Rusia Dimitri Medvedev, Perdana Menteri Khazakstan Bakytzhan Sagintayev, Perdana Menteri Kyrgyzstan Mukhammedkaliy Abylgaziyev, Perdana Menteri Uzbekistan Abdulla Aripov serta para wakil dari Pakistan, India dan negara-negara peninjau.

Li Keqiang dalam pidatonya menyatakan, pada Juni lalu, SCO menggelar sidang pertama setelah perluasan anggota di kota Qingdao Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan para pemimpin lainnya mencapai kesepahaman penting mengenai pengembangan Semangat Shanghai, peningkatan persatuan dan kepercayaan antara anggota lama dan baru serta pembinaan Komunitas Senasib Sepenanggungan SCO yang lebih erat, sehingga telah memberikan daya hidup yang kuat bagi perkembangan SCO pada masa mendatang.

Li Keqiang menunjukkan, saat ini, unsur instabilitas dan unsur tak menentu semakin meningkat dalam situasi internasional. Tiongkok bersedia berupaya bersama semua negara anggota SCO, dengan sebaik-baiknya melaksanakan Deklarasi Qingdao, melakukan sinergi strategi serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara satu sama lain dalam rangka memainkan peranan yang lebih besar demi terpeliharanya perdamaian dan kestabilan serta terwujudnya perkembangan bersama mancanegara.

Untuk itu Li Keqiang mengajukan beberapa usulan sebagai berikut:

Pertama, meningkatkan kerja sama keamanan dan dasar perkembangan bersama. Benar-benar melaksanakan program kerja sama mengenai pemberantasan “tiga kekuatan” serta dengan tegas memukul penyebarluasan pemikiran radikal agama.

Kedua, meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan multilateral. Melaksanakan pengkajian mengenai kelayakan Zona Perdagangan Bebas SCO, dan secara beranglsur-angsur membentuk mekanisme kerja sama ekonomi regional.

Ketiga, mendorong kerja sama di bidang kapasitas produksi dan bersama-sama memperluas jalan perkembangan bersama.

Keempat, menyempurnakan konektivitas antar sesama negara anggota guna mendukung perkembangan berkelanjutan. Mengintensifkan pembangunan jaringan jalan kereta api lintas wilayah di kawasan ini dan terus memperbaiki iklim konektivitas.

Kelima, meningkatkan daya inovasi dan mengembangkan daya pendorong baru demi terwujudnya perkembangan bersama. Menitikberatkan kerja sama di bidang ekonomi digital, manufaktur cerdas, bio-teknologi, energi bersih, meteorologi serta pembinaan tenaga ahli iptek.

Keenam, mendorong pertukaran kebudayaan dan terus memperkokoh aspirasi masyarakat mengenai perkembangan bersama.

Li Keqiang menekankan, tahun ini bertepatan peringatan 40 tahun pelaksanaan reformasi dan keterbukaan di Tiongkok. Tiongkok akan terus melaksanakan reformasi dan keterbukaan, terus memperlonggar akses pasar, dengan ketat melindungi HaKI dan berusaha membina iklim bisnis yang adil dan sama derajat bagi perusahaan dalam dan luar negeri.

Sidang menandatangani Komunike Bersama serta beberapa dokumen lainnya mengenai kerja sama ekonomi, iptek dan pelestarian lingkungan.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok