Kegelisahan AS

2018-10-06 11:33:00

Pada tanggal 4 September waktu setempat, Wakil Presiden Amerika, Mike Pence dalam pidatonya di sebuah thinktank di Washington mengecam kebijakan Tiongkok dalam dan luar negeri tanpa beralasan, dan juga menfitnah Tiongkok mengintervensi urusan dalam negeri Amerika dan pemilihan Amerika. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menentang keras tuduhan tersebut.

Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo akan mengadakan kunjungan ke Tiongkok pada tanggal 8 bulan ini. Kedua pihak akan bertukar pendapat mengenai hubungan Tiongkok-Amerika serta masalah internasional dan regional yang telah menjadi perhatian bersama. Sambil mengirim pejabat senior ke Tiongkok, sambil mengecam Tiongkok dari berbagai bidang, tindakan Amerika itu sebenarnya tidak asing. Karena, dalam pergesekan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Amerika dalam setengah tahun yang lalu, Amerika selalu mencoba menggunakan cara apa yang disebut sebagai “mendorong perundingan dengan perang dagang” itu untuk memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih tinggi, sehingga memperoleh semakin banyak modal politik di dalam negerinya.

Pidato Mike Pence itu kelihatannya adalah tuduhan kepada Tiongkok, sebenarnya bertujuan pada kepentingan politik dan pemlihan di dalam negerinya sendiri, telah mengeluarkan kegelisahan dan perasaan urgensi untuk mencari seekor “kambing hitam” sebelum pemilihan. Justru seperti opini sejumlah media, thinktank dan netizen Amerika bahwa pemerintah Amerika sekarang ingin memindah perhatian masyarakat dalam negerinya pada “Russiagate”, juga ingin memperoleh suara melalui mengekang Tiongkok, sementara itu, Amerika ingin pula memaksa Tiongkok menyerah melalui peningkatan tekanan kepada Tiongkok.

Akan tetapi, Tiongkok selalu tidak ingin, tidak berminat dan tidak punya waktu untuk mengintervensi urusan negara lain.

Hubungan Tiongkok-Amerika sebagai salah satu hubungan bilateral yang paling penting di dunia, tidak saja mempengaruhi kepentingan umum kedua negara, dan juga berkaitan dengan perdamaian dan pembangunan dunia. Baru-baru ini, pemerintah Tiongkok mengeluarkan buku putih yang berjudul Fakta Pergesekan Ekonomi dan Perdagangan Tiongkok-Amerika dan Pendirian Tiongkok, telah menggunakan data dan kenyataan obyektif dan lengkap membuktikan hubungan Tiongkok-Amerika yang saling menguntungkan, saling mengisi dan saling bercampur secara mendalam itu, dan juga membuktikan kepada dunia luar bahwa “kerja sama merupakan pilihan satu-satunya yang menguntungkan Tiongkok, Amerika dan seluruh dunia”.

Meskipun sering terjadinya pergesekan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika setelah setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika, akan tetapi, volume perdagangan komoditas bilateral Tiongkok-Amerika tahun lalu telah tercatat 583,7 miliar USD. Sementara itu, Tiongkok dan Amerika sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki kesempatan kerja sama yang besar dalam masalah global termasuk pemberantasan terorisme, cyber, angkasa luar dan penanggulangan perang. Yang lebih penting ialah dasar persahabaan antar masyarakat kedua negara telah mendalam selama hampir 40 tahun sejak penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-Amerika, semua itu dapat menjamin hubungan Tiongkok-Amerika pada rel sehat dan stabil.

Bagaimanapun pemerintah Amerika menyesuaikan kembali kebijakannya terhadap Tiongkok, kebijakan Tiongkok kepada Amerika selalu adalah konsekuen dan tegas, yaitu: tidak berbentrok, tidak berlawan, saling menghormati, bekerja sama dan mengupayakan kemenangan bersama.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok