Sarjana Luar Negeri Tanggapi Inisiatif “Sabuk dan Jalan”

2018-10-05 11:06:41


Dalam sidang Majelis Umum PBB ke-73 yang baru saja berakhir, Presiden AS Donald Trump sekali lagi mengibarkan panji “AS Nomor Satu” dan menyatakan akan mengesampingkan pembenahan global. Pernyataan Trump itu dikritik oleh pemimpin-pemimpin berbagai negara, termasuk sekutu tradisional AS.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan para pemimpin berbagai negara serta wakil-wakil senior peserta sidang untuk mengembangkan semangat kerja sama, menemukan solusi bagi topik-topik utama global, karena tema sidang Majelis Umum PBB ke-73 adalah membangun masyarakat yang damai, setara dan berkelanjutan melalui kemampuan pimpinan dan pembagian kewajiban global.

Bagaimana membentuk komunitas senasib dalam dunia sekarang ini merupakan tema yang paling mengundang perhatian dalam sidang Majelis Umum PBB serta serangkaian konferensi internasional, untuk itu Tiongkok telah menyediakan kecerdasan dan konsep pribadi dengan mendapat penilaian tinggi komunitas internasional.

Pada dua tahun yang lalu, sarjana AS Robert Kuhn dalam wawancaranya pernah menilai tinggi inisiatif “sabuk dan jalan” yang dikemukakan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping pada tahun 2013. Ia berpendapat, untuk pertama kalinya Tiongkok aktif berpartisipasi dalam urusan internasional, dapat dianggap sebagai sumbangan penting bagi perkembangan keseluruhan global.

Selama lima tahun dikemukakannya inisiatif “sabuk dan jalan”, sejalan dengan pelaksanaan program terkait, sejumlah negara dan daerah mulai memperoleh manfaat nyata.

Institut Brookings AS dalam laporannya yang diluncurkan pada awal September menyatakan, program investasi Tiongkok dapat membersihkan jalan bagi pertumbuhan toleransi global. Melalui penyelidikan terhadap 4.300 program investasi Tiongkok di 138 negara, para sarjana mencatat bahwa pada umumnya program bantuan Tiongkok pada pokoknya membawa manfaat pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara terkait. Mereka berpendapat, dalam dua tahun setelah dana dimanfaatkan, kalau investasi Tiongkok bertambah lipat ganda, maka hal itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi 0,4% bagi negara-negara terkait.

Adapun bukti yang menunjukkan, program pembangunan Tiongkok dapat membawa manfaat pertumbuhan ekonomi yang efektif bagi pedesaan serta daerah terpencil yang pendapatannya rencah. Para sarjana AS menilai tinggi perbuatan Tiongkok yang memperkenalkan pengalaman perkembangan kepada negara-negara terkait, dan menganggap hal itu akan memperbaiki ketidakseimbangan ekonomi domestik negara-negara terkait.

Pada dua tahun yang lalu, Presiden Xi Jinping di depan KTT Industri dan Bisnis G-20 di Kota Hangzhou menyatakan, keterbukaan Tiongkok bukan berkembang untuk diri sendiri, tetapi untuk partisipasi bersama berbagai pihak, bukan untuk mengusahakan lingkup kekuatan, tetapi untuk mendukung perkembangan bersama berbagai negara, bukan untuk membangun kebun halaman belakang, tetapi untuk membangun kebun ratusan bunga yang dapat dibagikan kepada berbagai negara.

Melalui pelaksanaan kebijakan reformasi dan keterbukaan selama 40 tahun, Tiongkok tetap menjadikannya sebagai daya penggerak perkembangan negara, karena keterbukaan lebih lanjut dapat menyediakan peluang yang lebih banyak kepada dunia.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok