Keyakinan Rakyat, Kekuatan Negara

2018-10-04 10:49:50

Pekan ini, Tiongkok memasuki model liburan panjang tujuh hari pada perayaan Hari Nasional, para warga menuju berbagai kota, desa, daerah pemandangan, termasuk daerah titik panas pariwisata di luar negeri, untuk merayakan Hari Nasional dengan irama dan cara sendiri.

Menurut statistik pihak resmi, hanya pada 1 Oktober saja, berbagai daerah di Tiongkok sudah menerima 122 juta pengunjung dengan pendapatan sejumlah 103 miliar yuan RMB, naik 7% lebih dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, angka tersebut bagaikan tanda tanya bagi apa yang disebut “teori penurunan tingkat konsumsi Tiongkok” yang diluncurkan baru-baru ini.

Terdampak oleh bertambahnya unsur ketidakpastian ekonomi global, operasi mantap ekonomi Tiongkok mengalami kesulitan besar. Pihak resmi tidak menyangkal hal tersebut, namun menegaskan bahwa perkembangan Tiongkok selalu maju dalam upaya mengatasi kesulitan, tak ada rintangan yang tak dapat dilintasi. Ditinjau dari sudut tersebut, level konsumsi warga Tiongkok selama hari raya memperlihatkan keyakinan pada dirinya dan pada negara.

Pada kenyataannya, selama beberapa tahun ini, Tiongkok pernah berulang kali menghadapi tantangan serius, tapi setiap kali berhasil bebas dari tantangan dan perkembangannya lebih cepat dari pada sebelumnya walau diremehkan oleh peramal dunia Barat. Dunia luar sering menaruh perhatian terhadap fenomena ekonomi Tiongkok, jarang mempelajari semangat rakyat Tiongkok yang berdaya cipta, berjuang, bersatu dan bercita. Semangat tersebut telah menginjeksi vitalitas kepada Tiongkok.

Pemimpin Tiongkok berpendapat, rakyat mempunyai keyakinan, negara mempunyai kekuatan, bangsa berpengharapan. Inilah keunggulan besar bagi Tiongkok untuk mengatasi kesulitan, menghadapi tantangan dan menciptakan kecemerlangan. Keunggulan tersebut tidak dibesar-besarkan, namun tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dari tim “heroik antariksa” dalam pengembangan usaha angkasa luar, Nan Rendong “Bapak Mata Langit atau FAST Radio Telescope” yang berupaya mengatasi problem astronomi dalam jangka panjang sampai para warga biasa yang berjaga di pulau-pulau seumur hidup serta anak-anak antar cepat yang sibuk di tengah perjalanan. Ratusan juta pekerja rajin menciptakan kehidupan yang indah, membantu orang lain, menjadi orang yang baik budi. Mereka mempunyai perasaan patriotik dan cita-cita perjuangan.

Masyarakat internasional, khususnya dunia Barat selalu salah memahami Tiongkok, mereka menganggap orang Tiongkok tidak memiliki kepercayaan, tidak mempunyai cita-cita. Namun, keadaan justru sebaliknya, mengusahakan “kerukunan dunia” adalah keinginan indah bangsa Tionghoa, tetapi orang Tiongkok lebih berkeinginan untuk mencari kelemahan dalam sejarah dan praktek, menetapkan target, berupaya mempraktekkan filsafat hidup, yaitu “mengayunkan langkah pertama untuk menempuh perjalanan panjang”.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok