Daya Saingan Hakiki Dalam Batin Warga Tiongkok

2018-10-02 15:47:13

Beberapa tahun yang lalu, seorang mahasiswa Brazil datang ke Beijing untuk menengok teman Tiongkok, karena waktu lepas kantor belum sampai, dia menunggu temannya di kantor. Waktu makan malam, dua orang muda bertanya kesan terhadap negara masing-masing, orang muda Brazil yang pertama kali ke Tiongkok mengatakan bahwa dirinya merasa orang Tiongkok sungguh adalah si gila bekerja. Sudah jam 6 sore masih berada di kantor.

Terdapat juga sebuah artikel di sebuah majalah dengan melukiskan kesan seorang gadis Tiongkok  yang belajar di Jerman terhadap orang Jerman, dia mengatakan orang Jerman sungguh malas. Kata ini mengagetkan, karena orang Jerman terkenal dengan rajinnya di dunia Barat.

Menanggapi rajinnya bangsa Tionghoa, kebanyakan orang Tiongkok tidak asing. Sejak kecil mereka diingatkan terus oleh orang tua mereka agar belajar rajin dan berjuang terus. Meskipun pada hari ini, banyak keluarga Tiongkok mempunyai pendapatan yang cukup, namun orang tua yang ketat tetap makan waktu yang lama untuk menemani anak mereka untuk belajar.

Dalam 40 tahun yang lalu, Tiongkok mencapai prestasi dan kemajuan yang sulit dibayangkan. Hal ini tentu saja dikarenakan kebijakan reformasi dan keterbukaan yang dipegang teguh oleh pemimpin-pemimpin Tiongkok, sama halnya juga tidak dilepaskan rakyat Tiongkok. Rajinnya  warga Tiongkok mengubah nasib keluarga, mengubah masyarakat dan negara.

Tentang rajinnya orang Tiongkok, selalu terdapat media asing mencela Tiongkok lebih suka mengerjakan warga Tiongkok tapi bukan orang lokal, tapi mereka jarang diskusi mengapa buruh Tiongkok dapat menjamin jadwal dan kualitas, mungkin, rajin dan tidak tahu lelahnya adalah daya saingan di dalam batin orang Tiongkok. Dengan 40 tahun Tiongkok menjadi komunitas ekonomi kedua terbesarnya di dunia, mempunyai sistem industri yang paling lengkap, pasar otomotif yang terbesar, bisnis eletronik yang maju, semua ini dikarenakan setiap orang Tiongkok yang rajin.

Tentu saja, Tiongkok juga menetapkan hukum untuk menjamin hak istirahat warga Tiongkok, namun, orang Tiongkok tak mungkin melepaskan pandangan mengenai rajin yang diwarisi beberapa ribu tahun, kalau tidak rajin lagi, mungkin orang Tiongkok akan dapat mencari arah untuk maju terus.


Foto Terpopuler

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok