Tiongkok Memikul Tanggung Jawab Negara Besar Dalam Perkembangan

2018-10-02 09:31:00

“Hari ini adalah hari lahir Anda, Tiongkok, tanah airku. Pada subuh hari, saya lepaskan merpati warna putih, menggonggong setangkai daun zaitun untuk Anda. Merpati terbang melintasi pegunungan, kita ucapkan selamat untuk hari lahir Anda, Tiongkok tanah airku, semoga Anda tenteram tanpa derita.”

Setiap tanggal 1 Oktober, lagu yang berjudul “Hari Ini Adalah Hari Lahir Anda” akan dinyanyikan oleh para warga Tiongkok, sama seperti lagu Kebangsaan Republik Rakyat Tiongkok. Informasi yang disampaikan oleh “merpati” dan “daun zaitun” dalam lirik lagu itu adalah bahasa umum dunia dengan mengutarakan keinginan dan pengejaran umum terhadap perdamaian dan ketenteraman.

Dalam KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika yang diadakan pada awal September, Presiden Tiongkok Xi Jinping menunjukkan, perdamaian dan perkembangan merupakan tema utama pada zaman sekarang, masyarakat internasional perlu memikul kewajiban sejarah dengan sikap persatuan, kecerdasan dan keberanian, menjelaskan tema zaman dan memperlihatkan kewajiban zaman.

Di dunia sekarang ini, dunia sedang menghadapi tantangan amat besar yang tak pernah tampak sebelumnya. Sebagai pemelihara tata tertib internasional dan pelaksana multilateralisme, Tiongkok baru yang telah melewati masa luar biasa, bagaimana menghadapi perdamaian dan perkembangan sebagai tema zaman, jawaban Tiongkok ternyata mengundang perhatian komunitas internasional.

Umum mencatat, untuk perdamaian, Tiongkok sudah menjadi “unsur dan kekuatan kunci” dalam aksi pemeliharaan perdamaian PBB. Pada tiga hari yang lalu, sejumlah 100 anggota pasukan pemelihara perdamaian Tiongkok menuju ke zone misi di Kongo (Kinshasa). Selama 28 tahun yang silam, Tiongkok total mengirim 37 ribu anggota militer dan polisi untuk berpartisipasi dalam aksi pemeliharaan perdamaian PBB.

Juru bicara PBB untuk aksi pemeliharaan perdamaian, Nick Birnback berpendapat, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok telah menegakkan teladan yang baik, karena sementara anggota tidak bersedia mengerahkan kekuatannya untuk usaha pemeliharaan perdamaian, memang sangat penting bagi sebagian negara untuk “memberikan suara dan membayar biaya”, akan tetapi Tiongkok terus mengerahkan pasukan pemelihara perdamaian ke zone terkait yang serba sulit, aksi serupa sangat penting.

Menurut data terbaru, sejak Tiongkok mengajukan inisiatif “sabuk dan jalan” pada tahun 2013, sejumlah 100 lebih negara dan organisasi internasional menandatangani persetujuan kerja sama dengan Tiongkok, nilai perdagangan barang antara Tiongkok dengan negara-negara sepanjang “sabuk dan jalan” sudah melampaui US$ 5 triliun, investasi total kepada negara-negara sepanjang “sabuk dan jalan” di area kerja sama ekonomi dan perdagangan di luar negeri senilai US$ 28,9 miliar, sementara menyediakan tempat kerja bagi 244 ribu dan pemungutan pajak senilai US$ 2 miliar lebih.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menilai tinggi keberhasilan inisiatif “sabuk dan jalan” yang telah dibagikan kepada negara-negara Afrika. Presiden Kenya Uhuru Kenyatta menyatakan, inisiatif “sabuk dan jalan” mempunyai potensi kerja sama yang amat besar yang dapat merealisasi saling menguntungkan dan menang bersama dengan negara-negara peserta, inilah penyebab Kenya bahkan seluruh Afrika bersedia memperdalam kerja sama dengan Tiongkok.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok