Untuk Hari Depan Yang Indah, Peringatan Yang Tak Dapat Dilupakan

2018-10-01 08:09:52

Tanggal 30 September adalah Hari Peringatan Pahlawan Tiongkok ke-5. Pihak resmi Tiongkok mengadakan upacara peringatan yang khidmat di depan tugu peringatan pahlawan rakyat di lapangan Tian’anmen, Beijing, mengenangkan segenap pahlawan yang mengorbankan jiwanya dengan gagah berani untuk kemerdekaan bangsa Tionghoa serta kebebasan dan kebahagiaan rakyat, untuk kemakmuran dan keperkasaan negara.

Pada dunia sekarang, sejumlah negara mempunyai hari peringatan pahlawan yang ditetapkan sesuai dengan undang-undang. Misalnya, tanggal 30 Januari adalah Hari Pahlawan India, tanggal 11 November adalah Hari Peringatan Pahlawan Kanada, tanggal 9 Mei adalah Hari Peringatan Kemenangan Perang Anti Fasis Rusia, sedangkan hari Senin pekan terakhir setiap Mei adalah Hari Peringatan Perwira dan Prajurit Gugur AS, pada hari tertentu setiap tahun, negara-negara tersebut mengenangkan para pahlawan negaranya melalui upacara peringatan umum yang khidmat. Tidak melupakan masa silam dan memberi hormat kepada pahlawan patut disebut sebagai tata nilai bersama umat manusia.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menunjukkan, sesuatu bangsa yang berpengharapan tak dapat tanpa pahlawan dan sesuatu negara yang mempunyai hari depan tak dapat tanpa pelopor.

Selama 69 tahun berdirinya Tiongkok baru, rakyat Tiongkok yang tegak berdiri selalu berupaya memelihara perdamaian dan kemerdekaan, berupaya mengembangkan dan mewujudkan kebangkitan bangsa Tionghoa. Khususnya selama 40 tahun sejak pelaksanaan kebijakan reformasi dan keterbukaan, Tiongkok secara bertahap berkembang menjadi komunitas ekonomi besar kedua di dunia, membebaskan hampir 800 juta penduduk dari kemiskinan, selama tahun-tahun terakhir ini, tingkat sumbangan Tiongkok kepada pertumbuhan ekonomi global sebagai 30%. Menurut pengaturan Kongres Nasional Ke-19 Partai Komunis Tiongkok (PKT) tentang strategi pembangunan negara, Tiongkok akan merealisasi modernisasi ekonomi negara dan perkembangan sosial pada 2035 di atas dasar pembangunan sepenuhnya masyarakat cukup sejahtera pada tahun 2020, dan pada tahun 2050 selesai membangun negara kuat modernisasi sosialis yang indah, makmur, demokratis, peradaban dan harmonis.

Yang patut diperhatikan ialah, dalam pengaturan strategis Tiongkok, pertimbangannya terpusat pada pembangunan dalam negeri. Tiongkok adalah satu-satunya negara yang masih belum mewujudkan keutuhan dan penyatuan kedaulatan dan wilayah di antara negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, di Tiongkok masih terdapat 30 juta penduduk miskin. Tiongkok tidak berkesempatan untuk memperhatikan dan juga tidak berminat untuk mencampuri urusan negara lainnya. Memelihara keamanan dan kemerdekaan negara, menjamin kebahagiaan dan ketenteraman rakyat adalah urusan nomor satu bagi Tiongkok.

Untuk lebih baik mengenal hari ini perlu mengenal sejarah. Tiongkok cukup sensitif sebagai negara yang mempunyai sejarah penderitaan selama ratusan tahun, inilah sebabnya Tiongkok dalam hubungannya dengan luar negeri selalu menegaskan kesetaraan negara, tak peduli besar dan kecil, saling menghormati antar negara.

Setiap negara mempunyai pahlawan dan pelopor sendiri. Bagi Tiongkok yang berpopulasi miliar lebih, perdamaian dan perkembangan pada hari ini adalah dibayar dengan jiwa para pahlawan. Untuk melegakan para pahlawan yang gugur, cara peringatan yang paling baik adalah bekerja keras, menciptakan hari depan yang lebih damai dan indah.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok