Pejabat Tiongkok Tanggapi Friksi Perdagangan Tiongkok-AS

2018-09-25 16:45:48

Pada 25 September 2018, para penanggung jawab dari Kementerian Perdagangan Tiongkok, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, Kementerian Industri dan Informatika, Kementerian Keuangan serta Biro HaKI Nasional secara kolektif menghadiri jumpa pers yang digelar Kantor Penerangan Dewan Negara dan telah menjawab pertanyaan mengenai sejumlah masalah titik panas, termasuk friksi perdagangan Tiongkok-AS. Pejabat-pejabat tersebut menyatakan, bentrokan perdagangan yang ditimbulkan secara sepihak oleh AS kemungkinan akan mengakibatkan terpaan serius dan dampak negatif terhadap rantai industri global, namun ekonomi Tiongkok sama sekali mampu meredam pengaruh buruk melalui perkembangan yang bermutu tinggi dalam proses perluasan permintaan domestik. Adapun jadwal pemulihan negosiasi perdagangan senior antara Tiongkok dan AS, hal itu akan sama sekali tergantung pada niat AS.

Sejak memasuki tahun ini, AS secara sepihak memicu friksi perdagangan dengan Tiongkok. Pemerintah Tiongkok memublikasikan buku putih mengenai fakta friksi perdagangan Tiongkok-AS serta pendirian Tiongkok pada hari Senin kemarin (24/9). Buku putih tersebut dimaksudkan untuk mengklarifikasi fakta dalam hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS, membeberkan kebijakan dan pendirian pemerintah Tiongkok mengenai friksi perdagangan Tiongkok-AS dan mendorong penyelesaian masalah secara rasional. Dalam jumpa pers Kantor Penerangan Dewan Negara Tiongkok pada 25 September, Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen sekali lagi menekankan bahwa pintu negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan selalu terbuka, tapi kapan dipulihkannya negosiasi tingkat tinggi antara kedua negara, hal ini sama sekali tergantung pada keinginan AS.

Belum lama yang lalu, AS bertindak ekstrem lagi, mengenakan bea masuk tambahan terhadap produk senilai US$ 200 miliar yang diimpor dari Tiongkok. Wakil Menteri Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok, Lian Weilian menyatakan, keputusan AS tersebut akan mendatangkan dampak yang langsung atau tidak langsung terhadap ekonomi Tiongkok. Akan tetapi, jika dilihat secara keseluruhan, maka risikonya masih dalam kondisi terkontrol walaupun pengaruhnya tak terhindar. Ia menyatakan, ekonomi Tiongkok sama sekali berkemampuan menetralisir dampak buruknya melalui perkembangan bermutu tinggi dalam proses perluasan permintaan domestik.

Lian Weiliang mengatakan, agregat ekonomi Tiongkok sepanjang 2017 adalah US$ 12,7 triliun, di antaranya volume ekspor adalah US$ 2,26 triliun. Produk senilai US$ 200 miliar yang dikenakan tarif tambahan AS hanya mengambil proporsi sebesar 8,8 persen dalam volume total ekspor Tiongkok. Apabila unsur industri pengolahan yang diperhitungkan, maka pengaruhnya terhadap Tiongkok akan semakin menurun. Salah satu ciri khas ekonomi Tiongkok ialah sektor industrinya lengkap dan strukturnya plural, yang berarti berbagai sektor bisa saling mengganti atau melengkapi, sehingga akan menunjukkan karakteristik kelenturan yang kuat ketika menghadapi terpaan eksternal.

Wakil Menteri Industri dan Informatika Tiongkok, Luo Wen menyatakan, akibat unilateralisme dan proteksionisme perdagangan yang diterapkan oleh AS dewasa ini, berbagai negara di dunia telah mengambil tindakan balasan. Sementara itu, penambahan bea masuk ekstra oleh AS telah mengacaukan perdagangan barang dan alokasi sumber daya di seluruh jagad, dan telah menurunkan efisiensi operasional ekonomi internasional.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok