Kemenlu Tiongkok: AS Anjurkan Dialog Sambil Angkat Pentung Sanksi

2018-09-20 12:03:48

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang menyatakan di depan jumpa pers di Beijing kemarin (19/9), bahwa AS berteriak untuk berdialog dan berkontak sambil mengangkat pentung sanksi. Hal itu rupanya sudah menjadi sesuatu siasat yang selalu dimainkan oleh Amerika.

Amerika mengumumkan penambahan bea masuk terhadap komoditas Tiongkok yang ekspor ke Amerika senilai 200 miliar dolar AS pada Selasa lalu (18/9). Menteri Perdagangan Amerika Wilbur Louis Ross dalam wawancaranya mengatakan, AS berniat untuk mengadakan perundingan konstruktif dengan Tiongkok dan menyelesaikan masalah mendasar. Namun dapatkah dan kapan membuka konsultasi, bolanya berada di tangan Tiongkok. Berkenaan dengan pernyataan tersebut, Geng Shuang menyatakan:

“Bukan satu atau dua kali Amerika mengatakan bahwa ‘bolanya berada di tangan pihak Tiongkok’. Biar saya menjelaskan kenyataan kepada anda sekalian. Kalian tentu saja ingat bahwa, Menteri Perdagangan AS Ross pernah mengadakan konsultasi dengan Tiongkok terkait masalah ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS di Beijing, tgl 2-3 Juni yang lalu. Justru pada 2 hari menjelang dibukanya konsultasi itu, yaitu tgl 29 Mei, Amerika mengumumkan penambahan bea masuk terhadap komoditas Tiongkok senilai 50 miliar dolar AS. Tgl 22-23 Agustus, konsultasi tingkat wakil menteri antara Tiongkok dan AS mengenai masalah ekonomi dan perdagangan diadakan di Washington. Pada hari berakhirnya konsultasi itu, AS mulai melaksanakan penambahan bea masuk terhadap komoditas yang impor dari Tiongkok senilai 16 miliar dolar AS. Tak lama berselang, Tiongkok menerima undangan AS untuk mengadakan konsultasi ekonomi dan perdagangan putaran baru, kedua pihak sedang memelihara kontak mengenai rincian terkait. Tetapi kemarin, Amerika mengumumkan lagi untuk menambahkan bea masuk terhadap komoditas Tiongkok senilai 200 miliar dolar AS, bahkan mengambil tindakan lebih lanjut terkait pengenaan bea masuk”.

Geng Shuang mengatakan:

“Saya ingin menekankan, bahwa pertama, ancaman, intimidasi, pemerasan dari Amerika tidak berguna bagi Tiongkok. Kami akan dengan teguh dan tak tergoyahkan mendorong reformasi dan keterbukaan berdasarkan jadwal dan peta jalan dirinya, sementara itu membela hak dan kepentingan sah dirinya. Kedua, hakikat kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS ialah saling menguntungkan dan menang bersama. Memang wajar kalau terdapat perselisihan. Satu-satunya cara tepat untuk menyelesaikan masalah ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS ialah mengadakan dialog dan konsultasi di atas dasar sama derajat, integritas, dan saling menghormati. Kami berharap Amerika menunjukkan niat baik dan integritas dirinya.”

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok