Turis Tiongkok Diperlakukan Secara Kasar di Stockholm

2018-09-16 09:31:01

Kedutaan Besar Tiongkok untuk Swedia kemarin (15/9) meluncurkan pernyataan berkenaan dengan peristiwa turis Tiongkok diperlakukan secara kasar oleh polisi Swedia yang terjadi pada awal bulan ini. Kedubes Tiongkok menegaskan bahwa perbuatan terkait telah melanggar serius keamanan jiwa dan hak asasi manusia warga negara Tiongkok, menuntut pemerintah Swedia untuk segera melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut, dengan secepatnya menanggapi tuntutan warga negara Tiongkok untuk menindak keras, meminta maaf dan mengganti rugi.

Menurut informasi Kedutaan Besar Tiongkok untuk Swedia dan berita terkait, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 2 September subuh, tiga warga negara Tiongkok yang bernama Zeng beserta kedua orang tuanya tiba di sebuah hotel di Kota Stockholm, karena kamar yang dipesan harus diinap pada siang hari, maka Zeng meminta untuk beristirahat di lobi dengan membayar karena orang tuanya sudah berusia 60 tahun lebih. Akan tetapi, pihak hotel tidak setuju dan menelpon polisi selama kontak antara kedua pihak. Setelah tiba di tempat kejadian, polisi dengan sikap kasar menarik Zeng dan orang tuanya keluar dari hotel dan membawa mereka tiga orang ke sebuah pemakaman wisata yang sejauh puluhan kilometer di peluaran kota Stockholm. Setelah mendapat bantuan orang lain di tengah perjalanan, anggota keluarga Zeng kembali ke distrik kota dan menghubungi Kedutaan Besar Tiongkok untuk Swedia. Selanjutnya, Kedutaan Besar Tiongkok untuk Swedia dan Kementerian Luar Negeri Tiongkok masing-masing di Stockholm dan Beijing mengajukan kontak serius dengan pemerintah Swedia, namun sejauh ini pihak Swedia tidak menjawab pihak Tiongkok mengenai hal tersebut, sementara media Swedia juga diam-diam saja berkenaan dengan peristiwa itu.

Dilihat dari video lokasi dan perbuatan polisi Swedia, sedikitnya ada dua hal yang sulit dipercaya.

Sebagaimana diketahui, Swedia adalah negara maju yang dinyatakan sangat memperhatikan hak asasi manusia, pada bulan Mei tahun 2017, Swedia telah meluncurkan Laporan HAM Dunia, mencela keadaan HAM negara-negara lainnya, termasuk Tiongkok, sementara menyebut dirinya sebagai “hakim HAM dunia”. Sebagai bagian penting dalam mesin negara, polisi Swedia seharusnya memperlihatkan level kemajuan peradaban. Akan tetapi, peristiwa yang terjadi pada tanggal 2 September di hotel pusat kota Stockholm menyebabkan umum untuk mempertanyakan level perlindungan HAM dan level penegakan hukum secara beradab di Swedia. Apakah Swedia hanya melindungi HAM warga negaranya dan bertindak secara kasar terhadap HAM pokok warga negara lainnya.

Selain itu, peristiwa sudah terjadi selama dua pekan, Kedutaan Besar Tiongkok untuk Swedia dan Kementerian Luar Negeri Tiongkok masing-masing mengajukan kontak serius kepada pemerintah Swedia, namun sejauh ini pihak Swedia menjawab atas hal tersebut. Ternyata sikap Swedia tidak sesuai dengan tata krama diplomatik antar negara. Di belakang sikap mendiam itu adalah kesombongan dan tidak hormat pihak polisi bahkan pihak resmi Swedia, ataukah tidak berani menanggapi karena melakukan hal yang salah?

Berkenaan dengan peristiwa terkait warga negara Tiongkok diperlakukan secara kasar itu, dunia luar menyatakan kekhawatiran atas keadaan HAM Swedia, apakah peristiwa itu semata-mata adalah kasus penegakan hukum polisi biasa, ataukah ekspresi kelemahan perlindungan HAM di dalam negeri Swedia, yang penting adalah kapan pihak resmi Swedia memberikan penjelasan yang meyakinkan dan dapat diterima oleh warga negara Tiongkok terkait kasus tersebut.


Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok