Perdana Menteri Tiongkok dan Malaysia Gelar Pembicaraan

2018-08-21 11:37:33

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Bin Mohamad di Beijing pada Senin pagi kemarin (20/8). Li Keqiang menyatakan, perkembangan hubungan bilateral Tiongkok-Malaysia berada di titik tolak yang baru. Tiongkok akan berpegang teguh pada kebijakan bersahabat terhadap Malaysia, dan bersedia berupaya bersama Malaysia untuk mendorong hubungan kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Malaysia berkembang secara sehat dan stabil dalam jangka panjang.

Li Keqiang menekankan, Tiongkok mendukung sinergi antara inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan dengan strategi pembangunan Malaysia. Sementara itu, Tiongkok akan meningkatkan kerja sama dengan Malaysia dalam pembangunan Taman Industri Tiongkok-Malaysia serta kerja sama di bidang-bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pertanian, perikanan dan pembangunan infrastruktur. Tiongkok mendukung perusahaan ukuran besar kedua negara untuk melakukan investasi dua arah. Dalam proses itu, kedua pihak hendaknya saling menyediakan iklim bisnis yang kondusif dan stabil. Tiongkok bersedia memperluas kerja sama dengan Malaysia di bidang-bidang inovasi iptek, industri otomotif, moneter dan e-bisnis.

Li Keqiang menyatakan, kedua pihak akan terus memperluas skala perdagangan dan akan berupaya mewujudkan keseimbangan perdagangan.

Li Keqiang menekankan, perkembangan hubungan Tiongkok-Malaysia tidak hanya menguntungkan bagi kedua negara, tapi juga menguntungkan bagi peningkatan hubungan Tiongkok-ASEAN. Saat ini unilateralisme dan proteksionisme terus meningkat. Tiongkok bersedia berupaya bersama semua negara ASEAN, termasuk Malaysia untuk mempertahankan multilateralisme dan liberalisasi perdagangan, meningkatkan pembinaan masyarakat ekonomi Asia Timur, dalam rangka memberikan sumbangannya demi perdamaian, kestabilan dan kemakmuran kawasan.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir menyatakan, pemerintah Malaysia akan terus berpegang teguh pada kebijakan bersahabat terhadap Tiongkok, dan berharap kunjungannya ke Tiongkok kali ini dapat memperkokoh hubungan kedua negara, merealisasi target saling menguntungkan dan menang bersama kedua pihak di berbagai bidang. Yang menarik perhatian ialah, kunjungan Mahathir ke Tiongkok kali ini sudah dimulai pada 17 Agustus, di mana Mahathir pertama-tama mengunjungi kota Hangzhou di bagian timur, berkunjung ke markas perusahaan Alibaba dan PT Geely Auto. Dalam jumpa pers pada 20 Agustus, Mahathir menyatakan bahwa di Tiongkok terdapat banyak pengusaha yang inovatif. Mereka mempunyai banyak pemikiran dan metode baru, yang juga patut diterapkan di Malaysia. “Inilah sebabnya saya berkunjung ke Hangzhou sebelum berkunjung ke Beijing untuk menemui Presiden Komisaris Grup Alibaba, Jack Ma. Dari Jack Ma, saya telah belajar banyak pengetahuan yang baru. Saya yakin, teknologi baru dan cara inovatifnya juga akan memberikan manfaat bagi Malaysia. Kami merasa bisa belajar banyak dari Tiongkok. Kami akan berusaha meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Asia Timur, dan kami yakin bahwa melalui peningkatan kerja sama dengan Tiongkok, Malaysia akan memperoleh banyak manfaat,” demikian dikatakan Mahathir dalam jumpa pers di kota Hangzhou pada 20 Agustus lalu.

Mahathir menyatakan, Malaysia menyambut perusahaan Tiongkok untuk menanam modal ke Malaysia. Ia berharap kedua pihak memperluas kerja sama di bidang pariwisata dua arah serta di bidang-bidang lainnya.

Seusai pembicaraan, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir bersama-sama menyaksikan penandatanganan beberapa dokumen kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, moneter dan iptek.



Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok