Tiongkok dan Jepang Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

2018-08-17 16:39:52

Bertepatan pada peringatan 40 tahun penandatanganan Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Tiongkok-Jepang, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saling mengirim kawat ucapan selamat dan menyatakan keinginan untuk meningkatkan kerja sama saling menguntungkan demi mendorong hubungan Tiongkok-Jepang berkembang secara sehat dan dan stabil dalam jangka panjang.

Pada 8 Mei lalu, Harian Asahi Shimbun Jepang memuat artikel Li Keqiang yang berjudul: Berangkatkanlah Kapal Kerja Sama Perdamaian dan Persahabatan Tiongkok-Jepang. Li Keqiang dalam artikel tersebut menulis: “Tiongkok dan Jepang adalah dua negara tetangga. Sekarang dari Beijing dan Tokyo setiap hari dilayani puluhan dinas penerbangan langsung dengan waktu tempuh hanya berkisar 3 jam lebih. Akan tetapi, dalam perjalanan perbaikan hubungan bilateral pada beberapa tahun terakhir, waktu tempuhnya sudah terlalu lama. Sekarang jalan perbaikan hubungan Tiongkok dan Jepang yang sudah ditempuh dalam waktu cukup lama itu pada akhirnya menyongsong perkembangan yang baru, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan.

Hubungan Tiongkok-Jepang dalam 40 tahun terakhir telah menunjukkan dua ciri khas utama, yakni kedua negara semakin erat terikat hubungan ekonomi dan perdagangan. Sejak 2007, Tiongkok merupakan mitra perdagangan terbesar bagi Jepang untuk 11 tahun secara berturut-turut. Pada 2017, ekspor barang Jepang terhadap Tiongkok menciptakan rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk mencapai 14,89 triliun Yen Jepang, atau naik 6 triliun Yen dibanding 2005, dengan laju pertumbuhannya mencapai hampir 69 persen. Pada 2017, lebih dari separo makanan yang dibekukan yang diimpor oleh Jepang berasal dari Tiongkok. Sementara itu, banyak komoditas lainnya seperti bawang merah dan ikan eel kebanyakan diimpor dari Tiongkok. Selain itu, barang-barang yang diimpor Jepang dari Tiongkok masih banyak seperti garmen, alat-alat olahraga, permainan dan lain sebagainya. Boleh dikatakan bahwa komoditas Tiongkok sudah mencakup sampai berbagai sudut kehidupan rakyat Jepang.

Di toko swalayan dan restoran Jepang, “Made in China” atau “Produk Asli Tiongkok” berarti produk yang bermutu tinggi dengan harga yang rendah. Pada paro pertama tahun ini, turis Tiongkok yang berwisata ke Jepang menembus 4 juta kunjungan, yang merupakan terbanyak di antara seluruh wisman. Seorang ahli Jepang menyebutkan bahwa di masyarakat Jepang sudah muncul ketergantungan pada ekonomi Tiongkok.

Meneropong ke masa depan, hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Jepang menghadapi tugas urgen untuk meningkatkan mutu kerja samanya. Lembaga pembangkitan perdagangan Jepang JETRO dalam sebuah surveinya pada Maret lalu mengatakan, komoditas utama yang diimpor Jepang dari Tiongkok terutama adalah smart phone, produk layar sentuh (touch screen), permainan, alat olahraga dan garmen. Produk dengan nilai tambah tinggi sudah menempati posisi dominan dalam ekspor Tiongkok terhadap Jepang. Para konsumen Jepang sudah memasuki zaman konsumsi alat-alat elektronik Tiongkok.

Tiongkok memiliki kemampuan yang memimpin di bidang AI serta moneter Online. Sementara itu, Jepang mempunyai pengalaman sukses dalam pembuatan chip, kedokteran dan jaminan hari tua. Kesemua itu telah menyediakan peluang yang penting bagi peningkatan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi dan perdagangan.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok