Di Belakang Pemungutan Bea Masuk Tambahan AS Terhadap Produk Tiongkok

2018-08-09 11:20:28

Setelah memungut bea masuk tambahan 25% terhadap produk Tiongkok senilai 34 US$ miliar mulai dari tanggal 6 Juli, Kantor Perwakilan Perdagangan AS pada tanggal 7 Agustus mengumumkan daftar pemungutan bea masuk tambahan 25% terhadap produk Tiongkok senilai US$ 16 miliar dan mulai berlaku dari tanggal 23 Agustus. Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok kemarin (8/8) menyatakan, untuk memelihara kepentingan dan hak pribadi serta sistem perdagangan multilateral, pihak Tiongkok terpaksa mengambil langkah balasan, memutuskan untuk memungut bea masuk tambahan 25% terhadap produk yang diimpor dari AS senilai US$ 16 miliar, dan berlaku bersama dengan pihak AS.

Jubir tersebut mengatakan, menanggapi perbuatan pihak AS yang terus mengeskalasi perang dagang, prinsip Tiongkok ialah, “tidak ingin berperang, tidak takut berperang dan terpaksa berperang pada saat yang diperlukan”, sementara dengan tegas memperdalam reformasi dan keterbukaan, menangani baik urusan sendiri.

Salah satu alasan pihak AS untuk memicu perang dagang ialah bertolak dari “keamanan nasional AS”, membantu industri manufaktur untuk kembali ke AS, menyediakan peluang kerja yang lebih banyak kepada warga Amerika, namun akibatnya di luar dugaan.

Mengambil daftar produk Tiongkok yang diekspor ke AS senilai US$ 16 miliar sebagai contoh, Kantor Perwakilan Perdagangan AS belakangan ini secara khusus mengadakan sidang kesaksian mengenai pemungutan bea masuk, sejumlah 82 wakil dari kalangan industri kimia dan elektronik menyampaikan pandangannya di depan sidang. Mereka pada umumnya khawatir bahwa pemungutan bea masuk tambahan akan meningkatkan biaya perusahaan, kehilangan peluang kerja, dan pada akhirnya merugikan ekonomi AS, melemahkan daya saing industri AS, bahkan sejumlah perusahaan kecil dan menengah terpaksa gulung tikar. Pada akhirnya, hanya 6 wakil yang menyetujui pemungutan bea masuk tambahan, kira-kira 7% saja.

Sidang kesaksian dalam perang dagang tidak saja merupakan prosedur hukum, mayoritas pendapat yang menentang diculik oleh minoritas pengambil Keputusan.

Bagi pemerintah AS, pemungutan bea masuk tambahan tidak saja bertujuan untuk menghalang perkembangan Tiongkok, memelihara “Amerika Nomor 1”, tetapi juga bertolak dari pertimbangan lainnya. Harian New York Times melaporkan, mulai dari bulan Mei tahun ini, Departeman Perdagangan AS sudah menerima 20 ribu permohonan perusahaan untuk mengurangi bea masuk produk baja, kini permohonan tidak disahkan biar satu pun. Sedangkan dua perusahaan besi dan baja AS yang terbesar berhasil membantu pemerintah untuk menolak permohonan dari ratusan perusahaan AS untuk mengurangi tarif masuk dengan alasan tarif masuk sedang melindungi keamanan negara, merangsang produksi besi dan baja domestik.

Laporan tersebut menunjukkan, beberapa pejabat pemerintah AS memelihara hubungan mendalam dengan sektor besi dan baja, misalnya Menteri Perdagangan Wilbur L. Ross. Jr pernah membeli beberapa perusahaan besi dan baja dan mendapat keuntungan setelah menjualnya. Ketika wakil perdagangan AS Robert Lighthizer menjadi pengacara, pelanggannya termasuk perusahaan besi dan baja serta pengusaha dari sektor besi dan baja lainnya. Mengenai Ketua Komisi Perdagangan Gedung Putih Peter Navarro, dia pernah mendapat bantuan dana senilai US$ 10 miliar dari Nucor, perusahaan besi dan baja terbesar kedua AS ketika dia membuat film “Death by China”.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok