Muslihat AS Terbongkar

2018-08-02 10:34:56

Kontes ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan AS yang berlangsung selama empat bulan lebih ini, kini telah muncul situasi yang baru.

Menurut laporan, Menteri Keuangan AS  Steve Mnuchin sedang mengadakan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He mengenai pemulihan konsultasi ekonomi dan perdagangan. Sementara itu, AS mungkin akan menambahkan bea cukai terhadap komoditas impor dari Tiongkok senilai US miliar mulai tanggal 1 Agustus. Selain itu, dikabarkan, pemerintah AS sedang mempertimbangkan penambahan bea cukai 25% terhadap komoditas Tiongkok senilai US$ 200 miliar, lebih tinggi daripada tingkat bea cukai 10% yang diumumkan sebelumnya.

Di satu sisi, mengeluarkan kabar untuk berunding dengan Tiongkok, di sisi lainnya meningkatkan bea cukai terhadap Tiongkok. Ternyata, AS tidak mempunyai ketulusan untuk menyelesaikan masalah secara sungguh-sungguh, melainkan ingin memperoleh lebih banyak kepentingan dengan main muslihat. Namun hal ini telah diperkirakan oleh Tiongkok. Tidak peduli penambahan bea cukai terhadap komoditas Tiongkok senilai US$ 16 miliar maupun US$ 200 miliar, Tiongkok telah memiliki persiapan untuk membalas dengan langkah kuantitas maupun kualitas.

Mengenang kembali perubahan sejak AS memulai perang dagang pada tanggal 6 Juli lalu, tak sulit diketahui, bahwa Gedung Putih memainkan muslihatnya dari belakang, yakni berunding sambil menambahkan bea cukai terhadap komoditas Tiongkok. Mereka menyembunyikan tiga niat; pertama, karena perang dagang dengan Tiongkok tidak memperoleh kemajuan apapun, maka pemerintahan Trump menjadi cemas dan berniat memberikan tekanan semaksimal mungkin kepada Tiongkok dengan cara yang lebih radikal. Kedua, suara-suara yang menentang perang dagang di AS kian lantang, pemerintahan Trump mencoba mengalihkan tekanan tersebut. Pada tanggal 31 Juli lalu, Trump dalam pidatonya di sebuah temu politik di Florida mengakui bahwa kepentingan petani AS mengalami kerugian karena pembalasan Tiongkok. Hal ini menunjukkan, Trump merasakan tekanan politik yang belum pernah ada sebelumnya dalam kebijakan bea cukainya yang keras. Ketiga, pemerintahan Trump tidak puas terhadap penyelesaian masalah defisit perdagangan dengan Tiongkok saja, melainkan ingin mengubah jalan pembangunan Tiongkok.

Negara berdaulat mana pun mempunyai hak untuk memilih jalan pembangunannya, perang dagang yang ditimbulkan AS tidak mungkin mengubah strategi pembangunan Tiongkok. Tiongkok tidak takut pada perang dagang, jika memang perlu, maka perang dagang pun dapat dilakukan. Jika AS memang ingin menyelesaikan masalah melalui perundingan, maka seharusnya ia melepaskan tindakan penambahan bea cukainya dan memperlihatkan ketulusannya.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok