Unilateralisme dan Hegemonisme Ekonomi Tak Bisa Diterima

2018-07-31 11:07:21

Anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi memaparkan pendirian mengenai masalah pergesekan perdagangan antara Tiongkok dan AS setelah memimpin dialog strategis Tiongkok dan Inggris ke-9 dengan Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt kemarin (30/07).

Pada kesempatan itu, Wang Yi mengatakan, kebebasan perdagangan adalah kesepahaman umum komunitas internasional, lebih adalah arus historik yang tak boleh dihalangi. Tiongkok selalu memelihara sistem perdagangan bebas. Tiongkok akan bersama Inggris serta komunitas internasional memelihara proses multilateralisme dan sistem perdagangan bebas global dan peraturan WTO.

Dikatakannya, hubungan antar negara berdasarkan reputasi, berlandas dengan peraturan. Pertama, tanggung jawab utama yang tidak seimbangnya perdagangan antara Tiongkok dan AS tidak dipikul oleh Tiongkok. Kedua, neraca dan neraca minus bukanlah standar untuk memperbandingkan siapa yang bener atau salah.

Wang Yi mengatakan, di bidang perdagangan pelayanan Tiongkok dan AS, neraca Tiongkok terhadap AS setiap tahun tercatat US $ 50 miliar ke atas, tapi nilai produk yang perusahaan modal AS di Tiongkok setiap tahun mencapai US $ 600 miliar ke atas, AS sebenarnya memperoleh laba raksasa di Tiongkok. Selain itu, sekitar 60% neraca Tiongkok terhadap AS  diperoleh oleh perusahaan modal asing di Tiongkok, yang diperoleh perusahaan Tiongkok adalah laba kecil atau biaya pengolahan. Ketiga, pergesekan perdagangan antara Tiongkok dan AS ditimbulkan oleh AS. Keempat, perbuatan AS ini kekurangan pengeshan dan legitimasi.

Wang Yi mengatakan, tahun ini, Tiongkok dan AS mengadakan konsultasi berkali-kali mengenai masalah perdagangan, pernah juga mencapai kesepahaman yang penting, namun yang sesal adalah AS tidak memenuhi komitmennya. Reformasi dan keterbukaan adalah kebijakan negara Tiongkok, mennangani pergesekan perdagangan melalui dialog adalah pendirian konsekwen Tiongkok, juga merupakan jalan tepat untuk menyelesaikan masalah. Pintu untuk berunding dan dialog Tiongkok selalu dibuka, namun dialog ini harus berdasarkan sama derajat dan saling menghormati, berdsarkan peraturan terkait, ancaman dan tekanan sepihak akan menyebabkan hasil sebaliknya.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok