Wang Yi: Kunjungan Perdana Tahun Ini Presiden Xi Jinping Adalah Kunjungan yang Sukses dan Bersejarah

2018-07-30 11:39:49

Atas undangan Uni Emirat Arab, Senegal, Rwanda dan Afrika Selatan, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan kunjungan kenegaraan ke empat negara tersebut dan menghadiri Pertemuan Ke-10 Pemimpin Negara BRICS serta mengadakan kunjungan persahabatan transit di Mauritius selama 19-29 Juli. Ini merupakan pertama kalinya kunjungan Presiden Xi ke luar negeri pada tahun ini. Anggota Dewan Negara yang juga Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyatakan kepada media, bahwa ini merupakan suatu kunjungan yang sukses dan bersejarah, yang mengintensifkan kerja sama strategis dengan negara-negara berkembang dan negara-negara pasar baru bangkit.

Dalam kunjungan selama 11 hari ini, Presiden Xi mengunjungi 5 negara dan 6 tempat, dan jaraknya mencapai 36.000 km lebih, serta menghadiri 60 kali lebih kegiatan bilateral atau multilateral. Negara-negara destinasi masing-masing menyediakan pengaturan istimewa dan sambutan hangat dan agung. Kunjungan Presiden Xi kali ini menarik perhatian tinggi opini masyarakat dalam maupun luar negeri. Wang Yi menyatakan, kunjungan kali ini memimpin diplomatik negara besar berkarakteristik Tiongkok membuka kondisi baru dan situasi baru hubungan Tiongkok dengan luar negeri serta kerja sama Selatan-Selatan, memperlebar ruangan baru perkembangan dalam negeri dan operasi strategis, dan mendorong praktek baru komunitas senasib sepenanggungan manusia.

Wang Yi menyatakan, Uni Emirat Arab adalah mitra kerja sama penting Tiongkok di kawasan Teluk Timur Tengah, juga merupakan negara penting pembangunan inisiatif 'Satu Sabuk Satu Jalan'. Ini merupakan kunjungan perdana Presiden Xi ke Uni Emirat Arab, setelah kunjungan sebelumnya pemimpin negara Tiongkok ke negeri tersebut pada 29 tahun yang lalu, maka merupakan suatu kegiatan meriah terhadap seluruh negeri Uni Emirat Arab. Dalam kunjungan kali ini, kedua negara mengeluarkan 'Deklarasi Bersama', mengumumkan membentuk hubungan kemitraan strategis menyeluruh Tiongkok- Uni Emirat Arab, ini akan memajukan posisi hubungan Tiongkok- Uni Emirat Arab di antara hubungan Tiongkok dengan negara-negara kawasan Teluk Timur Tengah. Selain itu, Tiongkok dan Uni Emirat Arab juga menandatangani MoU pembangunan bersama inisiatif 'Satu Sabuk Satu Jalan', menyetujui mengintensifkan sinergi strategis perkembangan dan komunikasi kebijakan industrial, serta mendorong kerja sama. Pemimpin kedua negara juga bersama-sama menyaksikan penandatanganan dokumen-dokumen kerja sama yang meliputi bidang ekonomi dan perdagangan, finansial, energi dan pertanian.

Xi Jinping selalu sangat mementingkan hubungan Tiongkok-Afrika, maka Afrika adalah destinasi kunjungan perdananya setelah Presiden Xi menjabat sebagai presiden pada tahun 2013 dan sekali lagi pada tahun ini. Kunjungan kali ini juga menarik sambutan sangat hangat Afrika.

Wang Yi menyatakan, selama kunjungan kali ini, Presiden Xi mengadakan pertemuan dengan pemimpin 4 negara Afrika, dan sepakat menyetujui memperdalam saling percaya politik, mengesampingkan gangguan dari luar, dan saling mengerti dan mendukung pada masalah yang berkaitan dengan kepentingan inti dan penting, memilih jalan perkembangan yang sesuai dengan kondisi negara sendiri serta urusan internasional maupun regional. Para pemimpin negara Afrika menyatakan, kerja sama Tiongkok-Afrika adalah menang bersama, Tiongkok memberi sumbangan luar biasa kepada perkembangan ekonomi dan sosial Afrika.

Wang Yi mengatakan, tahun ini adalah 'Tahun Penting' perkembangan hubungan Tiongkok-Afrika. Setelah kunjungan kali ini, KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika akan diadakan pada September mendatang di Beijing. KTT akan akan menyatukan pembangunan bersama Tiongkok-Afrika insiatif 'Satu Sabuk Satu Jalan', Agenda Perkembangan Berkelanjutan PBB pada 2030 dan 'Agenda Tahun 2063' dengan strategi perkembangan berbagai negara Afrika, dan mendorong kebijakan baru untuk mengintensifkan kerja sama menyeluruh Tiongkok-Afrika.

Negara-negara BRICS berkembang cenderung terus baik beberapa tahun ini, dan menjadi kekuatan semakin penting dalam urusan internasional. Wang Yi menyatakan, Presiden Xi dalam pertemuannya menekankan, negara-negara BRICS akan memperdalam hubungan kemitraan strategis, akan memperkaya isi kerja sama yang pragmatis, mengaktifkan potensi luar biasa kerja sama ekonomi, dengan teguh memelihara keamanan dan perdamaian internasional, memperdalam kerja sama dan pertukaran kebudayaan.

Wang Yi menyatakan, selama pertemuan kali ini, Presiden Xi juga menunjukkan bahwa negara-negara BRICS perlu mengikuti kecenderungan perkembangan sejarah, mengambil kesempatan perkembangan, dan memainkan peranan konstruktif untuk membentuk komunitas senasib sepenanggungan manusia. Presiden Xi menghimbau agar membangun ekonomi dunia yang terbuka, dengan terus terang menentang unilateralisme dan proteksionisme, memperdalam kerja sama pertukaran inovatif internasional, dengan layak menyelesaikan dampak negatif kemajuan iptek terhadap industri tradisional, berpegang teguh pada inklusif dan universial, mendorong kerja sama perkembangan internasional, dengan teguh melaksanakan multilateralisme, mendukung mekanisme perdagangan multilateral, dengan sungguh-sungguh menaati peraturan internasional yang disusun bersama.

Akhirnya, Wang Yi mengatakan, kunjungan Presiden Xi Jinping kali ini menulis bab baru diplomatik negara besar berkarakteristik Tiongkok pada era baru. Dengan bimbingan pikiran diplomatik Xi tersebut, kami akan dengan sepenuhnya menggunakan platform bilateral dan multilateral, mendorong terus diplomatik Tiongkok pada era baru ke level yang lebih tinggi.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok