Siapa Yang Kontrol Bola Perang Dagang Global

2018-07-23 15:32:50

Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Kelompok 20 selama dua hari berakhir di Buenos Aires, ibkota Argentina. Masalah perdagangan tak pelak menjadi topik yang paling menarik sorotan perhatian dalam pertemuan kali ini. Meski pertemuan tidak mengemukakan pernyataan bersama, pertemuan menekankan bahwa berbagai negara perlu meningkatkan dialog untuk menanggapi risiko perselisihan perdagangan kepada ekonomi global. Menteri Keuangan Perancis menyatakan, AS hendaknya terlebih dulu menghapuskan pengenaan kenaikan tarif terhadap produk baja dan aluminium, dan kalau tidak, Uni Eropa sukit mengadakan perundingan perdagangan bebas dengan AS.

Tokoh-tokoh cermat mencatat, sejak AS meluncurkan perang dagang pada awal bulan Maret dengan mengenakan kenaikan tarif terhadap produk baja dan aluminium yang diimpor berdasarkan fasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962, AS dalam persengketaan dangang di dunia selalu mengulangi adegan sebagai berikut: AS di satu pihak melemparkan tanggung-jawab penyelesaian masalah kepada mitra dagang utamanya termasuk Tiongkok dan UE, ia selalu menyebutkan diri sebagai pihak yang dirugi dan menyatakan bahwa bola ada di tangan pihak lawan; di satu pihak lain AS selalu dengan inisiatif main tongkat tarif dan dengan tak segan-segan mencari masalah. Misalnya, setelah pengenaan kenaikan tarif terhadap produk baja dan aluminium, AS mengancam akan mengenakan kenaikan tariff terhadap otomotif yang diekspor UE ke AS dan skala kenaikan tarif terhadap produk Tiongkok yang diekspor ke AS dieskalasi dari 50 miliar sampai 200 miliar USD.

Bola perang dagang kali ini yang mendampak seluruh dunia di tangan siapa gerangan? Untuk menjawab pertanyaan ini harus ditelusuri sumbernya. Majalah Ekonom Inggeris menunjukkan, Presiden AS menganggap bahwa pihaknya gampang menang dalam perang dagang dan terlalu gampang menang, maka ia meluncurkan perang dagang di beberapa front. Siapa bilang bukan?!

Terhadap provokasi AS berulang kali dengan eskalasi pengenaan kenaikan tariff, baik Tiongkok, UE maupun Kanada, Mesiko, India dan Turki telah mengambil langkah balasan yang seperlunya, sementara mengajukan gugatan kepada mekanisme penyelesaian persengketaan melalui WTO. Berbagai pihak telah menyatakan keinginan untuk mengadakan konsultasi dan perundingan dalam kerangka mekanisme WTO.

Pemerintah AS mengontol bola tongkat tarif,  tapi selalu tak mau menendang bola, dengan sekuat upaya membuang air kotor ke badan peserta pertandingan lainnya. Sebabnya hanya satu, yaitu AS sama sekali tidak ingin mengakhiri perang dagang kali ini. AS tidak saja tidak ingin menyelesaikan pertandingan, malah ingin mengontrol perang perdagangan dan terus melangsungkannya dengan peraturan dan caranya sendiri.

Dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral Kelompok 20 kali ini, Dirjen Dana Moneter Internasional IMF Largard secara terbuka menyatakan khawatir terhadap dampak negatif perang dagang terhadap pertumbuhan ekonomi global. Menurut ramalan IMF, perang dagang akan menurunkan 0,5 persen laju pertumbuhan ekonomi global dan mengakibatkan kehilangan nilai produksi sekitar 430 miliar USD.Kenapa AS sebagai ekonomi terbesar di dunia ingin mengambil perbuatan radikal yang hampir sama dengan bunuh diri?

Pada hari ini,  globalisasi berada di mana-mana dan perdagangan sudah jauh melampaui dirinya sendiri. Harian Financial Times Inggeris memperingatkan, perbuatan AS yang melanggar peraturan WTO dan perang dagang dengan menganjurkan proteksionisme perdagangan dan perang dagang yang tak habis-habisnya sementara mengakibatkan proteksionisme menjadi-jadi, juga akan mendatangkan dampak geopolitik, dan mendatangkan dampak destruktif terhadap tatanan internasional yang rapuh.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok