Betapa Kalinya Pertemuan Trump dan Putin Tak Bisa Menolong Hubungan AS dan Rusia Kalau AS Tidak Melepaskan Hegemonisme dan Unilateralisme

2018-07-18 11:53:03

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan resmi perdana di Helsinki belakangan ini. Keduanya menyatakan seusai pertemuan bahwa pertemuan kali ini mempunyai arti kondusif.

Karena terus memburuknya hubungan kedua negara tidak sesuai dengan kepentingan AS dan Rusia.

Dua hari sebelum pertemuan, penyelidikan Skandal Rusia oleh AS medadak marak lagi. Departeman Kehakiman AS mengumumkan gugatan akan 12 personel intelijen Rusia untuk menuduh mereka masuk ke sistem komputer Partai Demokrat AS menjelang pemilihan presiden AS pada tahun 2016. Banyak pejabat AS juga menentang keras akan pertemuan antara Trump dan Putin. Tapi, Trump tetap pergi ke Finlandia. Trump mempunyai pertimbangan untuk bertemu dengan Putin, yang pertama, menambahkan suasana demi pemilihan umum, yang kedua ingin memberi tekanan kepada NATO dengan alasan Putin agar bisa tawar-menawar di bidang pengeluaran biaya militer.

Bagi Putin, pertemuan dengan Trump akan menjadi selangkah yang penting bagi diplomasi Rusia tahun ini. Dengan latar belakang yang mendinginnya hubungan dengan Barat karena krisis Ukraina, pertemuan kepala negara AS dan Rusia adalah percobaan untuk memecahkan jalan buntu. Putin pernah berjanji agar Rusia menduduki komunitas ekonomi kelima terbesarnya di dunia sebelum 2024, bisakah memperbaiki hubungan dengan Barat dan meringankan pembatasan sanksi terhadap perkembangan ekonomi Rusia secara langsung memberi pengaruh dapatkah Putin memenuhi janjinya. Oleh karena itulah, Putin mementingkan dan menantikan pertemuan kali ini.

Keinginan kedua pihak begitu setara, jadi sekali pertemuan Trump dan Putin sungguh bisa menolong hubungan AS dan Rusia yang memburuk sekali?

Dilihat dari sikap dalam jumpa pers seusai pertemuan, isi pertemuan kali ini meliputi Skandal Rusia, masalah nuklir di semenanjung Korea, anti terorisme, pengontrolan persenjataan militer nuklir, kerja sama perdagangan dan investasi, situasi Iran dan Suriah. Boleh dikatakannya, Selain Krimea semua masalah kunci dalam bilateral dibicarakan.

Padahalnya, hubungan antara Rusia dan AS kompleks, kontradiksinya boleh digolong dua jenis, yang pertama, perselisihan kepentingan, yang lain perselisihan pandangan nilai. Yang pertama dapat diselesaikan dengan konsultasi dan kompromi, sedangkan yang belakang sulit diatasi dalam waktu pendek.

Misalnya mengenai masalah Suriah, pendirian dan kepentingan AS dan Rusia berselisihh langsung, namun kedua pihak tetap dapat dikoordinasi pendiriannya dengan pertemuan, bahkan kompromi satu sama lain untuk mengurangi perselisihan. Sedangkan perselisihan mengenai masalah Ukraina, adalah perselisihan pandangan nilai sejarah. Dilihat dari segi Rusia, pengontrolan Krimea adalah pembelaan diri terakhir. Sedangkan dipandang oleh AS, aksi Rusia terhadap Krimea adalah agresi, memberi ancaman terhadap Eropa. Mengenai masalah ini, tiada fenomen kompromi satu sama lain.

Sebenarnya, ketidakpercayaan satu sama lain tetap menduduki dominan dalam hubungan antara Rusia dan AS, ketidakpercayaan ini tidak hilang setelah perang dingin berakhir.

Di bidang tata tertib internasional, Rusia berpendirian perkembangan multipolarisasi dunia, sedangkan AS tidak mau melepaskan status adikuas dunia yang satu-satunya. Di bidang ekonomi, Rusia berpendapat perdagangan bebas dan multilateralisme, sedangkan AS menimbulkan bentrokan perdagangan di mana-mana.

Kini, hubungan antara Rusia dan AS ingin membaik, selain harus menyelesaikan masalah Ukraina, Suriah, dan Iran, menghadapi juga keadaan politik rumit di dalam negeri AS mengenai hubungan kedua negara. Kalau AS tidak melepaskan pendiriannya yakni hegemonisme dan unilateralimse, maka betapa banyak pertemuan antara Trump dan Putin pun sulit menolong hubungan AS dan Rusia yang memburuk begitu.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok