Seri ke-6 Sastra Dokumenter

2018-07-06 12:26:49

Reformasi dan keterbukaan telah membuat warga Desa Liangjiahe menjalani kehidupan yang lebih baik.

Liu Ruilian adalah seorang anak dari keluarga miskin. Dalam ingatannya, di masa kecil, ia dan adik-adiknya hampir tak pernah mengenakan sepatu. Di malam hari, empat anak hanya memakai satu selimut saja, bahkan jarang sekali untuk dapat makan momo (kue putih).

Pada umur 17 tahun, Liu Ruilian menikah dengan Gong Zhenfu, warga Desa Liangjiahe, tapi kehidupan pasca nikah mereka tetap susah.

Setelah Xi Jinping menjabat sebagai Sekretaris Komite Partai Brigade Liangjiahe, ia kemudian mendirikan koperasi besi, toko retail dan koperasi jahit. Koperasi jahit merekrut 3 anggota komune, dan Liu Ruilian berhasil terpilih, saking gembiranya hingga susah tidur.

Koperasi jahit menerapkan upah dengan poin angka. Untuk mendapat lebih banyak poin, Liu Ruilian berunding dengan suaminya untuk membeli sebuah mesin jahit dengan uang pinjaman. Ia sering makan dengan tergesa-gesa untuk kembali bekerja, bahkan membawa pulang sisa pekerjaannya untuk diteruskan di rumah setelah pulang.

Pada musim semi 1984, Liu Ruilian untuk pertama kalinya mendengar “peminjaman lahan untuk setiap keluarga”, ketika itu belum menyadari kekuatan kata-kata tersebut dalam kehidupannya. Sebenarnya, sebuah reformasi yang mempengaruhi seluruh pedesaan Tiongkok sudah dimulai.

Seperti kebanyakan petani Sha'anbei, keluarga Liu Ruilian bekerja dengan rajin untuk mendapatkan kehidupan yang serba berkecukupan. Memiliki bahan pangan yang berkecukupan, tapi kekurangan uang. Melihat ada orang yang bekerja di kota, Liu Ruilian juga ingin bekerja ke kota. Di waktu luang, ia dan suaminya datang ke Kabupaten Yanchuan, untuk bekerja dengan orang membuat es lilin dan mencari pekerjaan tambahan lainnya. Lama-kelamaan kehidupan mereka mulai membaik. Mereka disebut sebagai “buruh migran generasi pertama” Desa Liangjiahe.

Reformasi telah membawa perubahan yang luar biasa bagi pedesaan, sedangkan keterbukaan menyediakan kemungkinan yang tak terbatas kepada perubahan itu.

Pada tahun 1993, Xi Jinping yang menjabat sebagai Sekretaris Komite Partai Kota Fuzhou kembali ke Liangjiahe, ia merasa sangat senang melihat para warga desa yang telah berkecukupan sandang pangan. Makan kenyang pernah menjadi impiannya dan para warga desa. Alangkah senang hatinya melihat tiap keluarga memiliki bahan pangan yang cukup banyak!

Tahun 1999 merupakan sebuah titik tolak perkembangan ekonomi dan sosial Yan'an. Dengan dorongan kebijakan negara terhadap penghutanan kembali tanah garapan, Yan'an aktif menerapan kebijakan itu dan melancarkan sebuah revoluasi penghijauan di seluruh kota

Sejak tahun 1999, Yan'an telah berhasil melakukan penghutanan kembali di tanah garapan seluas lebih dari 666.666 hektar, sehingga tanah Yan'an yang tadinya berwarna kuning berubah menjadi hijau.

Pada tanggal 28 Agustus 2007, Xi Jinping dalam surat balasannya kepada warga Desa Liangjiahe mengatakan, ia merasa sangat senang mendengar perubahan yang terjadi di Liangjiahe, gunung menghijau dan air sungai menjadi jernih. Ia menyemangati para warga desa untuk berupaya bersama di bawah bimbingan kebijakan partai dan pimpinan Komite Partai Desa dan Komite Desa. Dengan demikian, kehidupan mereka akan semakin membaik.

Pada bulan Juli 2013, Kota Yan'an diterjang hujan badai terdahsyat dalam sejarah sejak tahun 1945, yang memakan 1 juta 545 ribu korban dan menyebabkan kerugian ekonomi langsung mencapai 12 miliar yuan RMB di 13 kabupaten di Kota Yan'an. Bencana ini mengakibatkan 80% rumah goa di Liangjiahe rusak dan sejumlah rumah goa roboh.

Dalam proses rekonstruksi pasca-bencana, pemerintah setempat memutuskan untuk mengevaluasi warga Desa Liangjiahe. Sekitar 100 keluarga Desa Liangjiahe dipindahkan ke Kota Wen'anyi. Anak-anak mereka bersekolah di taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Kota Wen'anyi, dan dapat menerima pendidikan yang lebih baik. Pada proses pemulihan Desa Liangjiahe, akan dibangun basis pendidikan anggota partai dan kader, basis pendidikan remaja dan pemuda, serta basis teladan desa indah.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok