Xi Jinping dan Liangjiahe (Bab V)

2018-07-05 12:39:36

Sui Wa yakni Shi Chunyang adalah seseorang yang jujur. Setelah terpilih sebagai Sekretaris PKT Cabang Brigade Produksi, Xi Jinping segera merekomendasikan Shi Chunyang untuk memangku jabatan sebagai kepala tim produksi. Ternyata Shi Chunyang adalah kandidat yang paling cocok dalam hati Xi Jinping. Beberapa hari kemudian, Xi Jinping menggelar rapat pemilihan dan Shi Chunyang dengan lancar terpilih sebagai Sekretaris Komite PKT Cabang Brigade Produksi.

Satu hal yang tak terlupakan bagi Shi Chunyang, suatu kali ketika Xi Jinping baru saja terpilih sebagai Sekretaris Komite PKT Cabang Brigade Produksi, mereka menerima sejumlah bahan pangan pertolongan, yang pendistribusiannya menjadi perselisihan. Xi Jinping tahu bahwa kehidupan setiap orang pada waktu itu cukup sengsara. Ia menganjurkan untuk mengunjungi setiap keluarga untuk mengetahui siapa yang berhak menerima jatah pangan banyak dan sedikit.

Maka, sejak pukul 10 malam hingga pukul 5 subuh, Xi Jinping memimpin para kadernya untuk berkunjung ke setiap keluarga dan mengetahui berapa banyak simpanan bahan pangan dalam setiap keluarga. Keluarga yang memiliki lebih sedikit simpanan bahan pangan diberikan jatah pangan yang lebih banyak, sehingga perbuatannya tidak menimbulkan kontroversi.

Peristiwa itu memberikan kesan mendalam kepada Shi Chunyang. Ia mengatakan: “Cara tegas seperti itu membuat siapa pun tidak mempunyai peluang untuk melakukan spekulasi.”

Tanggal 7 Oktober 1975 adalah hari di mana Xi Jingping meninggalkan Liangjiahe. Pada pagi hari itu, ketika ia membuka pinta guanya, ia melihat di pekarangan dan jalan rumahnya sudah penuh sesak dengan penduduk setempat yang datang untuk melepas keberangkatannya. Mereka membawa buah jujube dan lain sebagainya. Mereka berdiri dengan hening. Seketika itu juga air mata Xi Jinping pun mengalir.

Pada hari itu, tiada penduduk yang sibuk bekerja. Mereka semua berbaris untuk melepaskan keberangkatan Xi Jinping sampai jarak yang cukup jauh.

Beberapa tahun kemudian, Xi Jinping mengenang kembali masa lampaunya ketika ia hidup di Liangjiahe. Bagi dirinya, Liangjiahe adalah sebuah titik balik dalam kehidupannya. Ia mengatakan: “Dengan menginjakkan kaki di tanah dan menempatkan diri di tengah masyarakat, akan membuat seseorang merasa sangat tenang dan memiliki kekuatan. Dataran tinggi Shanbei adalah akarku, di mana aku telah menanamkan cita-citaku untuk mengabdi kepada rakyat. Walaupun tubuhku telah meninggalkan Liangjahe, namun hatiku masih tetap di sana.”

Setelah meninggalkan Liangjiahe, Shi Chunyang masih terus mempertimbangkan pemikiran terhadap keadilan.

Shi Chunyang menyadari bahwa pada zaman langka sandang pangan, keadilanlah yang harus diutamakan. Akan tetapi, di era di mana ekonomi berkembang pesat, yang terpenting ialah perkembangan. Shi Chunyang kemudian mengajukan program pengembangan industri apel di Liangjiahe.

(musik)

Pada tanggal 13 Februari 2015, Xi Jinping berkunjung ke Liangjiahe untuk menengok para penduduk. Setelah ia mengetahui adanya kebun apel di bukit, ia pun menuju ke bukit untuk melihatnya. Sambil mengunjungi kebun, Xi Jinping mendengarkan laporan yang disampaikan Shi Chunyang dan tersenyum atas keberhasilannya. Xi Jinping mengatakan: Ternyata Sui Wa sudah tahu bagaimana caranya mengembangkan industri.

Setelah tahun 2014, para wisatawan yang berwisata ke Liangjiahe semakin banyak. Liangjiahe mulai mengembangkan industri pariwisata dan budaya. Pada tanggal 1 Mei 2015, Liangjiahe mendirikan PT Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata Pedesaan. Shi Chunyang khusus mengundang ahli untuk menyusun piagam dan membentuk sebuah sistem pengelolaan bagi perusahaan tersebut. Penduduk desa pun menjadi karyawan perusahaan tersebut. Kini, 60% ke atas penduduk sudah mendapatkan pekerjaan di dekat rumahnya.

Zaman masih terus berkembang. Perkembangan tidak mengenal tanda titik, dan kisahnya masih akan terus berlanjut....

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok