Xi Jinping dan Liangjiahe (Bab V)

2018-07-05 12:39:36

Di luar gua Yaodong, berdirilah Wu Hui yang saat itu masih berusia 14 tahun. Dengan pakaiannya yang compang-camping, tubuhnya tampak kurus dan kecil. Padahal Wu Hui hanya lebih muda satu tahun dari Xi Jinping. Saat itu, dia masih seorang siswa sekolah menengah di Desa Liangjiahe.

Waktu itu Liangjiahe berada pada musim dingin. Gua Yaodong sangat dingin sedingin gua es. Para pemuda intelektual atau Zhiqing lantas bertanya kepada Wu Hui apakah dirinya bisa membakar ‘ranjang hangat Kang' supaya hangat. Wu Hui menjawab: “tentu saja bisa.”

Semenjak itu, Wu Hui sering berkunjung ke gua tempat tinggal para pemuda intelektual. Wu Hui pun sering diminta untuk menerjemahkan bahasa dialek Yanchuan yang sulit dimengerti para Zhiqing. Peran “penerjemah” menambah keyakinan diri Wu Hui. Selain suka mendengar para pemuda intelektual mengobrol, Wu Hui lebih tertarik pada buku-buku yang tersebar di pinggir ranjang, jendela dan bantal.

(musik)

Buku pertama yang dipinjam Wu Hui adalah buku ensiklopedia yang berjudul “One Hundred Thousand Whys”. Buku ini telah membuka jendela baginya untuk mengenal dunia yang luas ini. Wu Hui sangat tertarik pada buku tersebut dan membacanya dengan penuh antusias.

Setelah selesai membaca buku One Hundred Thousand Whys, Wu Hui meminjam beberapa jilid buku lainnya dari Xi Jinping, seperti Kisah Tiga Negara(Sam Kok), Ibu, dan And Quiet Flows the Don karya Mikhail Aleksandrovich Sholokhov. Dari para pemuda Zhiqing, Wang Yansheng dan Lei Ping, Wu Hui merasakan kejujuran dan ketulusan, sedangkan dari Xi Jinping, Wu Hui merasakan kerendahan hati dan pragmatis.

Terpengaruh oleh Xi Jinping, Wu Hui terus menjelajahi “laut pengetahuan”, perlahan-lahan ia pun bertekad untuk belajar di perguruan tinggi.

Pada tahun 1973, Wu Hui dan Xi Jinping bersama-sama mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri. Akhirnya Wu Hui diterima oleh Akademi Keguruan Yan'an. Menjelang keberangkatannya, Xi Jinping memberikan Wu Hui kupon pangan(liangpiao) yang dapat ditukar dengan 15 kilogram bahan pangan, dan sebuah mantel biru berkerah bulu yang ditinggalkan oleh Wang Yansheng ketika ia meninggalkan Liangjiahe.

Setelah tamat dari Akademi Keguruan Yan'an, Wu Hui kemudian bekerja dan berpindah-pindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya di kabupaten Yanchuan dan Yongping. Ia mencurahkan sekuat tenaganya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Wu Hui juga menganjurkan masyarakat untuk mengerahkan upaya dalam memperbaiki fasilitas sekolah setempat. Melalui dana yang dikumpulkan, Sekolah Menengah Yongping mengalami perbaikan secara besar-beesaran. Kemana pun ia pergi, Wu Hui selalu mengusahakan dirinya untuk sedikit berbicara dan banyak bertindak.

(musik)

Pada tahun 2014, Wu Hui yang akan pensiun, secara khusus mendatangi kampus sekolah untuk melihat-lihat. Mengenang kembali masa lampau, Wu Hui merasa lega karena dia tidak pernah menyia-nyiakan kehidupannya!

Akan tetapi, Xi Jinping, yang mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri bersama dengan Wu Hui, ditolak oleh Universitas Tsinghua dengan alasan latar belakang keluarganya yang tidak sesuai.

Dua tahun setelah ujian masuk perguruan tinggi, yakni tahun 1975, Universitas Tsinghua memberikan dua jatah mahasiswa kepada Yan'an, yang kemudian dialihkan kepada Yanchuan. Xi Jinping sekali lagi mendapat peluang untuk mengikuti ujian masuk universitas. Pada saat itu, ayah Xi Jinping yakni Xi Zhongxun masih bekerja di sebuah pabrik di kota Luoyang. Pabrik itu memberikan surat keterangan yang berbunyi: Rekan Xi Zhongxun termasuk dalam kontradiksi intern rakyat, dan tidak mempengaruhi pendidikan dan karir anaknya.

Maka, dengan surat keterangan itulah tiada lagi kontroversi atas kualifikasi Xi Jinping untuk masuk universitas, dan akhirnya Xi Jinping pun diterima oleh Universitas Tsinghua sebagai mahasiswa.

Waktu masuk kuliah sudah semakin dekat, namun Xi Jinping masih sibuk dengan urusan brigade produksi. Siapa yang akan menggantikannya sebagai Sekretaris PKT brigade produksi adalah salah satu masalah yang harus dipertimbangkannya.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok