Seri Kedua Sastra Dokumenter Liangjiahe

2018-07-02 12:25:51

Pada tanggal 14 Agustus 2004, Xi Jinping yang memangku Sekretaris Komite PKT Provinsi Zhejiang ketika itu menerima wawancara khusus Stasion Televisi Yan'an. Ketika ditanya apakah ia menganggap dirinya sebagai seorang warga Yan'an, Xi Jinping menjawab, dia sungguh-sungguh selalu menganggap dirinya sebagai seorang warga Yan'an karena Yan'an adalah sebuah titik tolak kehidupannya. Banyak ide dan karakteristiknya terbentuk di Yan'an, maka ia sewajarnya menganggap dirinya sebagai seorang warga Yan'an.

 Pada tanggal 22 Desember 1968, Ketua Mao Zedong menyerukan agar kaum pemuda intelektual turun ke desa untuk menerima pendidikan kaum tani dan itu adalah sangat perlu. 17 juta pemuda-pemudi di seluruh negeri Tiongkok ketika itu aktif menanggapi seruan dengan meninggalkan kota menuju pedesaan, dan memulai perjalanan kehidupan yang mengesankan.

 Xi Jinping yang muda juga salahsatu anggota jajaran migran tersebut, titik tolak Ibukota Beijing dan destinasinya Yan'an, tanah suci revolusioner.

Xi Jinping beserta 14 pemuda lainnya dikirim ke Liang Jiahe. Xi Jinping adalah yang paling junior. Sekretaris Komite Partai Brigade Liangjiahe ketika itu Liang Yumin masih ingat, Xi Jinping membawa sebuah peti yang penuh buku-buku.

Di Desa Liangjiahe totalnya ada sekitar 60 keluarga dan 200 warga. Desa dilalui sebuah sungai dan di kedua tepi sungai ada banyak rumah goa penduduk.

15 pemuda dibagi menjadi dua regu. Xi Jinping, Dai Min, Lei Pingsheng, Wang Yansheng dan Yang Jingsheng dibagi menjadi regu dua. Mereka untuk sementara tinggal di sebuah goa rumah Zhang Qinyuan, Sekretaris Liga Pemuda Komunis Brigade.

 Para warga desa menatap pemuda-pemuda yang datang dari ibukota dan para pemuda juga menatap para warga desa.

 Ini merupakan tatap muda antara kota dan desa dan juga antara pemuda yang mengemban misi dan kaum tani yang tinggal di basis masyarakat.

Dalam artikel Saya Adalah Anak Tanah Guning itu, Xi Jinping mengadakan introspeksi terhadap kehidupannya di Liangjiahe. “Ketika turun ke desa, saya berumur kecil, tidak ada rencana panjang, juga tidak memperhatikan masalah persatuan. Orang-orang lain tiap hari bekerja ke lereng gunung, saya bersantai-santai, maka kurang baik kesannya kepada warga desa”.

Apa yang dikatanya “persatuan” itu berasal dari ajaran Xi Zhongxun, ayah Xi Jinping. Xi Jinping mengatakan, “Ayah saya selalu mengajarkan teori persatuan dan menuntut kami harus sejak kecil memperhatikan persatuan dan pandai bersatu dengan orang-orang lain. Adalah tidak layak kalau selalu mengutamakan diri sendiri dalam banyak orang”.

Dengan pandangan persatuan itu, Xi Jinping mulai menggabungkan diri dengan massa rakyat dan pedesaan. Justru pandangan persatuannya membentuk idenya untuk mengandalkan rakyat rakyat dan bersatu dengan massa rakyat. “Pandai bersatu dengan orang lain merupakan salahsatu langgam kepemimpinannya.

 Bagaikan berubah menjadi seorang lain, Xi Jinping berupaya menutupi perdesaan antara seorang anak Beijing dan anak peda.

Berita:
Berita Tiongkok Berita Internasional Berita Asia Tenggara Berita Unik
Galeri Foto:
Berita Travel Fashion Olahraga
Pariwisata:
Telusuri Tiongkok Peninggalan Sejarah Tionghoa Galeri Wisata Tips
Pedoman Muslim Tiongkok:
Masjid Restoran Halal Obyek Wisata Muslim Pedoman Berbelanja Kebudayaan Muslim Tiongkok
Belajar Bahasa Mandarin:
Belajar Bahasa Mandarin Adat Istiadat Tiongkok Peribahasa Peraturan dan Kebijakan
Belajar di Tiongkok Universitas-Universitas di Tiongkok